Hukum & Kriminal

Viral Video Kapolresta Instruksikan Tembak Demonstran, Ini Klarifikasinya

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata.

Malang (beritajatim.com) – Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata menegasakan video yang viral di media sosial tentang instruksi tembak demonstran tidak benar. Video yang beredar itu katanya telah dipotong atau tidak utuh oleh pengunggah.

Dari pantauan Beritajatim.com ada tiga akun yang mengupload video viral itu. Video yang beredar disertai narasi kalimat Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata “halal darahnya tembak”.

“Saya sudah sampaikan bahwa itu videonya dipotong. Itu videonya dipotong jadi yang benar adalah mereka mencoba merangsek masuk ke dalam satuan saya. Itu kan pintu ditutup. Mereka memaksa masuk, itu yang terjadi,” kata Leonardus.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, (8/3/2021) malam di halaman depan Mapolresta Malang Kota. Demonstran yang datang menuntut seorang rekan mereka yang ditangkap polisi dibebaskan. Seorang rekan mereka ditahan polisi karena merusak truk Dalmas Polresta Malang Kota saat aksi peringatan Hari Perempuan Internasional.

“Jadi itu video dipotong sama dia. Karena mereka memaksa masuk saya katakan tidak boleh masuk. Kalau kamu masuk itu ada aturannya. Kami ada SOP (standar operasional prosedur). Pamarkas (Pengamanan Markas) itu ada. Kalau ada yang mencoba merusak markas mencoba masuk maka kami lakukan tindakan tegas itu tadi,” ujar Leonardus.

Leoanardus mengatakan, demonstran yang datang memaksa masuk ke Mako Polresta Malang Kota. Dia mengimbau demonstran untuk tidak memaksa masuk. Leonardus mengaku memiliki bukti video lengkap yang belum dipotong.

“Memang mau masuk. Memaksa masuk. Jadi itu hanya dipotong aja waktu saya bilang melakukan laksanakan tindakan tegas itu aja kan. Saya ada video lengkap. Itu dipotong. Kalau dipotong-potong itu kan ya beda jadinya,” tandasnya. [luc/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar