Hukum & Kriminal

Viral! Urus Buku Duplikat Nikah Diminta Rp 250 Ribu oleh Petugas KUA Karangpilang Surabaya

Tangkap layar gambar cuitan dan bukti formulir kepengurusan duplikat buku nikah di KUA Karangpilang, Surabaya, milik Apriska.(manik priyo prabowo)

Surabaya (beritajatim.com)- Apriska pasutri yang baru menikah kurang dari tiga tahun menjadi perbincangan di Kementerian Agama terkait dugaan kasus pungli di jajaran Kemenag.

Kepada beritajatim.com Apriska mengaku jika dirinya Senin (2/9/2019) mendatangi Kantor urusan Agama Karangpilang, Surabaya. Kedatangannya adalah untuk mengurus duplikat buku nikahnya yang terbakar.

“Jadi saya datang ke KUA Karangpilang dan tanya pengurusan duplikat surat. Saat saya sampai dan berbincang denga oknum PNS (sekarang ASN) diberikan formulir dan dimintai uang Rp 250 ribu,” katanya kepada britajatim.com, Selasa (3/9/2019).

Apriska lantas menanyakan jika pengurusan administrasi duplikat surat nikah gratis atau Rp 0. Hanya saja, oknum yang melayani menyampaikan bahwasanya ia minta uang Rp 250 untuk membantu kepengurusan.

“Katanya sih biar sama-sama enak. Entahapa maksudnya tapi karena gratis ya saya pergi tak melanjutkan pengurusan duplikat surat nikah saya ini,” lanjutnya.

Apriska menegaskan, karena tak melanjutkan pengurusan buku nikah lantaran dimintai uang. Dirinya pun lantas “bercuit” di twitter dan ternyata mendapatkan tanggapan langsung dari Menteri Agama.

Karena cuitannya mendapatkan respons dari nettizen, cuitan tersebut pun mendapatkan respons dari Kementerian Agama.

Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Timur pun memberikan respon usai dihubungi pihak Kementerian Agama pusat.

Kabid Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Jatim Atok Illah menjelaskan, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin telah menghubunginya.

Kemenag meminta agar pungli jangan sampai terjadi di jajarannya. Apabila terbukti, Menag minta agar ASN mendapatkan sanksi sesuai Peraturan pemerintah no 53 tentang disiplin ASN.

“Saya menyayangkan jika memang ada pungli di jajaran Kementerian Agama Kanwil Jatim. Saya minta maaf ke masyarakat jika ada oknum yang tak melayani dengan tulus iklas,” katanya.

“Tapi yang pasti Kemenag Jatim dan Kemenag Surabaya sudah menindalanjuti. Jika memang terjadi maka akan ditindak tegas,” tandasnya.

Atok menggarisbawahi, seluruh kepengurusan administrasi pernikahan dan buku nikah tidaklah dipungut biaya sepeser pun. Dirinya mencontohkan, jika masyarakat hendak mengurus pernikaha biaya hanya diminta jika pernikahan dilaksanakan di luar kantor KUA.

“Jika dilakukan di luar kantor KUA maka aka  dikenai bea Rp 600 ribu itu pun harus transfer bukan cash ke petugas,” paparnya.

“Begitu juga pengurusan duplikat buku nikah. Semuanya free atau gratis atau no rupiah,” tandasnya.(man/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar