Hukum & Kriminal

Viral Pemalakan di Kuburan Lawang, Polisi Selidiki Pelakunya

Malang (beritajatim.com) – Dalam beberapa hari terakhir, media sosial (Medsos) facebook di Kabupaten Malang, viral terjadinya kasus pemalakan di sebuah areal Makam Islam, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang. Pelaku memalak warga yang sedang melintas sambil menodongkan pisau.

Kabar pemalakan ini, kali pertama diposting oleh pemilik akun Rendi Pangalila, di Komunitas Arek-arek Lawang. Kemudian postingan tersebut diteruskan ke Komunitas Peduli Malang (KPM).

Dalam postingannya, Rendi menuliskan keterangan. “Hati-hati terjadi korban lagi di makam Islam ketindan, mohon pak polisi segera di ringkus’. Pada postingan juga disertai foto screenshot status WA milik temannya.

‘Ati”lek liwat makam Islam Ketindan gess… Tibakno tenanan isu pemalak an iku…Ak mri knek dewe 100 ewu gess ditodong pisau… Tibang kelangan nyowo, angur kelangan duek’.

Postingan itu langsung mendapat banyak tanggapan dari netizen. Salah satunya pemilik akun Wahyu Kurniawan Fazl. “Langsung laporkan polisi terdekat. Supaya fast respon. Biar segera ditindak. Klu pemalak tdk tertangkap, polisi bisa menemui perangkat setempat & muda mudinya. Setidaknya ada tindakan & perjanjian dgn petinggi lingkungan tsb. Paling jg klu pelakunya orang daerah situ bnyk yg tau/kenal. Saya himbau jgn menutup nutupi. Itu sampah,”.

“Semoga polisi cepat bertindak agar masyarakat tidak resah lagi melewati jalanan tsb,” sambung komentar pemilik akun Alan Niam.

Menanggapi hal ini, Kapolsek Lawang, Kompol Hari Subagyo, dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun demikian, tidak ada laporan dari warga yang menjadi korban pemalakan tersebut.

“Kejadiannya sudah beberapa hari lalu. Kami sudah tindaklanjuti dengan menerjunkan personil ke lokasi untuk patroli setiap hari. Tidak hanya siang hari, tetapi juga malam hari,” tegas Hari Subagyo, Selasa (28/1/2020) sore.

Kompol Hari menambahkan, meskipun tidak ada laporan, pihaknya tetap melakukan penyelidikan dengan jemput bola. “Kami sedang menyelidiki siapa pelaku pemalakan tersebut,” tegasnya. (yog/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar