Hukum & Kriminal

Viral di Tiktok Umpat Polisi, Sopir dan Kenek Diamankan Polres Mojokerto

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis kasus video viral mengumpat polisi di halaman Mapolres Mojokerto.

Mojokerto (Beritajatim.com) – Sopir dan kenek truk tangki muatan air isi ulang diamankan anggota Satuan Gugus Tugas (Satgas) Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkudum) Operasi Aman Nusa II Polres Mojokerto. Menyusul video viral di aplikasi Tik-tok dengan nada kasar dan umpatan yang di posting akun @ekosaperol.

Keduanya yakni, Gendu Lukito Pribadi (36) warga Desa Janti, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo dan Eko Lukmanto (19) warga Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Keduanya merupakan sopir kenek truk tangki muatan air isi ulang yang hendak mengambil air minum di kawasan Pacet.

Keduanya mengendarai truk nopol W 9907 UR pada, Minggu (11/7/2021) sekira pukul 16.00 WIB. Di Simpang Empat Awang-awang, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, polisi melakukannya penyekatan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Dalam video tersebut, pemilik akun memaki petugas kepolisian dari Polres Mojokerto yang berjaga dengan kata-kata kasar dan umpatan. Video tersebut kemudian beredar di aplikasi Tik-tok. Setelah keduanya berhasil diamankan, keduanya mengakui telah membuat rekaman video tersebut.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, di aplikasi Tik-tok ada kegiatan masyarakat yang tidak baik viral dalam kegiatan dalam rangka PPKM Darurat. “Kami sudah bertemu dengan yang bersangkutan dan yang bersangkutan mengakui perbuatan dan menyadari kesalahannya,” ungkapnya, Senin (12/7/2021).

Masih kata Kapolres, PPKM Darurat digelar untuk membantu program pemerintah dalam rangka menurunkan angka mobilitas masyarakat dengan tujuan agar menurunkan angka Covid-19 di wilayah hukum Polres Mojokerto. Kegiatan tersebut juga sebagai wujud sayang TNI/Polri dan Pemerintah Daerah (Pemda) kepada warga masyarakat.

“Dimana setiap harinya, ada yang menjadi korban Covid-19. PPKM Darurat yang kami laksanakan adalah wujud rasa sayang kami kepada masyarakat dalam rangka untuk mematuhi protokol kesehatan dan untuk sementara tinggal di rumah saja. Keduanya mengaku khilaf dengan kondisi situasi PPKM Darurat dengan rasa kesal karena jalan ditutup,” katanya.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis kasus video viral mengumpat polisi di halaman Mapolres Mojokerto.

Menurutnya, dalam kasus tersebut keduanya tidak dilakukan proses hukum namun dikembalikan ke pihak keluarga masing-masing. Kapolres berharap, kejadian tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi semua agar nantinya bijak dalam menggunakan media sosial (medsos) sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari.

“Keduanya sudah mengakui kesalahannya. Karena mungkin melihat penutupan jalan tersebut dan apa yang mereka kerjakan membutuhkan efektivitas waktu namun karena adanya kegiatan PPKM Darurat, kita memang mengurangi mobilitas. Namun jika mengangkut air maupun sembako, silahkan melaporkan ke petugas karena masuk sektor esensial,” ujarnya.

Menurutnya, sektor esensial maka akan dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan. Namun jika ditemukan sektor non esensial maka akan diminta putar balik karena dalam rangka mengurangi mobilitas. Kapolres meminta masyarakat mengerti dan Kapolres juga meminta maaf karena situasi tersebut harus dilakukan.

“Kami dari Polri mengucapkan mohon maaf karena memang situasi dan kondisi yang harus dilakukan bersama-sama. Dengan menerapkan PPKM Darurat ini, saya berharap menjadi salah satu upaya kita bersama dan kebersamaan kita semua untuk disiplin agar nantinya wabah Covid-19 di wilayah Kabupaten Mojokerto bisa menurun dan kembali normal,” tegasnya.

Sementara itu, pelaku Gendu Lukito Pribadi (36) mengaku, jika ia sedang capek dan kesal dengan penutupan jalan di sejumlah wilayah. “Saya mau ambil air ke Pacet dari Sidoarjo mau kirim ke Gresik, tapi kena penyekatan beberapa kali. Di Krian, Prambon dan di Awang-awang,” jelasnya.

Keduanya berhasil lolos dari penyekatan setelah masuk perkampungan. Ia mengaku tidak pernah menyampaikan ke petugas jika membawa air minum sehingga harus mencari jalan ke perkampungan. Sehingga sampai di Simpang Empat Awang-awang, ia mengaku kesal dan membuat rekaman video tersebut. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar