Hukum & Kriminal

Veteran Perjuangkan Status Tanah, Puluhan Warga Beri Dukungan Moral

Gresik (beritajatim.com) – Puluhan warga mendatangi tanah di kawasan Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedaeman, Gresik. Mereka merupakan simpatisan yang memberikan dukungan moral terhadap Bernadine Hendrika (Betty) untuk memperjuangkan hak atas tanah tersebut.

Pejuang veteran berusia 83 tahun itu diwakili oleh anaknya Ricky Gusnanto mendatangi kawasan Banyu Urip. Mereka datang membawa papan pemberitahuan berupa banner yang bertuliskan ‘Tanah seluas 29,190 hektar itu masih sengketa’.

“Tanah ini masih berproses di Mahkamah Agung karena kami mengajukan peninjauan kembali,” kata Ricky, Kamis (21/2/2019).

Melalui perjuangan ini, Ricky berharap tanah yang diakuinya sebagai tanah ahli waris nenek bunyutnya (Rasmani) itu tidak digunakan untuk pembangunan apapun. Hingga, kekuatan hukum tetap memberikan keputusan terkait hak kepemilikan tanah tersebut. “Tanah ini masih status quo dan kami tidak ingin dipergunakan untuk pembangunan apapun,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, saat ini proses peninjauan kembali (PK) sudah diajukan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya, di Sidoarjo. Harapannya, dengan bukti baru (novum) yang diajukan bisa mengembalikan tanah yang telah bersertifikat PT Kasih Jatim itu ke ahli waris yang sah. “Saya juga heran kenapa kok bisa muncul sertifikat atas nama PT Kasih Jatim pada 1997,” ungkapnya.

Novum yang dilampirkan dalam PK berisi lima poin. Di antaranya, surat bukti kepemilikian mutlak eigendom atas nama Rasmani. Surat tersebut dikeluarkan oleh kantor pendaftaran tanah pemerintah Hindia Belanda tangal 24 Juli 1933.

Selain itu, juga diserahkan acte van eigendom verpondings nummer 148 atas nama Rasmani. Surat itu dikeluarkan oleh Dewan Kehakiman Pemerintah Hindia Belanda tanggal 15 Juli 1938. “Bukti otentik yang kami jadi dasar bukti,” ujarnya.

Sememtara, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Wong Cilik, Lukman Mualim menyatakan, pemasangan papan pemberitahuan tersebut untuk memberikan informasi ke masyarakat. Diharapkan, tanah itu tidak dijual bleikan atau disewakan karena masih sengketa. “Kami merasa iba dengan perjuangan Bu Betty sebagai veteran,” paparnya.

Dalam memori PK yang diajukan, diharapkan MA bisa memberikan keputusan seadil-adilnya. Dua sertifikat yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik atas nama PT Kasih Jatim diharapkan bisa dicabut. “Bu Betty dan keluarganya sudah berjuang selama 40 tahun untuk tanahnya tersebut,” tandas Lukman.

Secara terpisah, Handry Yulianur sebagai perwakilan manajemen PT Kasi Jatim menyatakan pihaknya dengan penggugat mengedepankan persaudaraan. “Kita selesaikan masalah ini melalui jalur hukum yakni di pengadilan,” pungkasnya. [dny/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar