Hukum & Kriminal

Veteran Ini 40 Tahun Cari Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot PT Kasih Jatim

Sidoarjo (beritajatim.com) – Kendati sudah 40 tahun berjuang mencari keadilan dan belum mengembalikan aset tanahnya seluas 29,190 hektare di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedaeman, Kabupaten Gresik yang diduga diserobot PT Kasih Jatim, tak membuat keluarga Bernadine Hendrika patah arang.

Bernadine Hendrika kembali menuntut hak atas tanahnya ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya di Jalan Raya Ir. H.Juanda No.89 Semambung, Gedangan, Senin (18/2) untuk bersumpah.

Pejuang veteran yang datang dengan memakai kursi roda itu datang dengan didampingi sejumlah keluarga dan simpatisan memberikan bukti baru (novum) terkait Peninjaun Kembali (PK) yang diajukannya.

Wanita yang akrab disapa Betty ini terus berjuang untuk meminta keadilan atas tanah di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedaeman, Gresik yang sudah bersertifikat milik PT Kasih Jatim. Betty mengaku masih kuat untuk terus berjuang mendapatkan haknya. Dalam sidang yang diketuai Ni Nyoman Vidiayu Purbasari, Betty memberikan sejumlah berkas novum yang diharapkan bisa mengubah hasil dari kasasi.

Ny Betty dan keluarga mendapat dukungan dan support dari warga lainnya dengan membawa poster tuntutan di PTUN Surabaya sebelum acara sidang di mulai

“Ini bukti baru yang belum disampaikan dalam sidang sebelumnya ya,” tanya Ni Nyoman kepada Betty, dan Betty menganggukkan kepala pertanda belum pernah dibeberkan dalam persidangan.

Betty bercerita, sudah 40 tahun berjuang untuk mendapatkan kembali tanahnya tersebut sempat kecewa. Padahal tanah seluas 29,190 hektar itu awalnya pabrik yodium milik neneknya Rasmani.

Selain itu, bangunan yang ada disana tersebut juga dijadikan benteng perjuangan tentara Mastrip melawan penjajah. Peristiwa itu jadi saksi sejarah bahwa kondisi lahan yang saat ini hanya berupa tanah tersebut merupakan hak dari keluarga nenek Betty.

Sebelumnya, dalam sidang awal di PTUN sebenarnya hakim sudah memenangkan Betty sebagai pemilik sah tanah tersebut. Namun, pihak termohon yakni Badan Pertanahan Nasional (BPN) Gresik dan PT Kasih Jatim melakukan banding di tingkat Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung yang akhirnya dimenangkannya.

“Ini langkah hukum terakhir dan kami harap Pak Presiden Jokowi mau mendengar perjuangan kami,” ucap Betty dengan menitikkan air mata itu.

Anak ketiga Betty yang ikut mendampingi Ricky Gusnanto mengaku pihaknya menemukan lima novum baru dalam pengajuan PK tersebut. Di antaranya, surat bukti kepemilikian mutlak eigendom atas nama Rasmani. Surat tersebut dikeluarkan oleh kantor pendaftaran tanah pemerintah Hindia Belanda tangal 24 Juli 1933. “Ini surat bukti yang asli,” papar Ricky.

Selain itu, juga diserahkan acte van eigendom verpondings nummer 148 atas nama Rasmani. Surat itu dikeluarkan oleh Dewan Kehakiman Pemerintah Hindia Belanda tanggal 15 Juli 1938. “Kami harap dengan bukti yang baru ini rasa keadilan bisa berpihak pada Bu Betty,” imbuhnya.

Sementara itu, anggota Lembaga Bantuan Hukum Wong Cilik, Eko Purnomo mengatakan, pihaknya mendampingi Betty karena merasa prihatin dengan kasus tanah yang dialaminya.

Apalagi sejumlah bukti yang ada sudah menguatkan Betty sebagai ahli waris tanah itu. “Sudah diurus tahun 1994 tapi tahun 1997 malah keluar sertifikat milik perusahaan,” terang Eko.

Dia berharap, dengan PK bisa mengembalikan hak tanah Betty. Dirinya dan teman-teman hanya memperjuangkan hak atas tanah pemiliknya agar tidak disewenang-wenangkan. “Apalagi jasa beliau sangat luar biasa untuk bangsa ini,” tuturnya menutup. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar