Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pengakuan Ibunda Korban

Valentino Pernah Datang dalam Mimpi, Mungkin Menunjukkan Identitas Pembunuhnya

Kuburan Valentino di TPU Keputih Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Yuliantini, Ibunda Valentino Tandjung (16) warga Jalan Kalirungkut tak bisa menahan kesedihannya. Dengan membawa tisu di tangan, Yuli, panggilan akrabnya, berkali-kali mengusap mata dengan tisu saat menceritakan kehidupan Valentino semasa hidup.

Beberapa waktu lalu, Yuliantini bertemu dengan awak media di rumahnya, jalan Kalirungkut tak jauh dari tanah kosong tempat anaknya ditemukan tewas dengan tulang leher patah dan kepala sudah menjadi tengkorak. Kepada awak media, Yuliantini mengakui jika anaknya sulit berkomunikasi dengan baik. Namun, ia mengaku jika anaknya adalah pribadi yang ceria.

Selain itu, sebelum dilaporkan hilang pada 6 Maret 2022 di Mapolsek Rungkut, Valentino tidak menunjukkan gejala aneh. Dia juga tidak menulis pesan terakhir mencurahkan keluh-kesahnya, seperti yang dilakukan korban bunuh diri pada umumnya.

“Kemarin waktu pemakaman, teman-teman dan gurunya itu datang, terus tak tanyai apakah ada yang dicurhati, temannya bilang kalau gak ada. Malah anak saya itu bercanda-bercanda sama temannya waktu di sekolah sebelum hilang,” ujar Yuli mengawali pembicaraan.

Ia mengingat, momen terakhir sebelum Valentino menghilang. Menurutnya, Valentino adalah anak yang memahami kondisinya ketika sedang tidak baik-baik saja. Sehari sebelum hilang, Valen sempat bergurau dengan Yuli. Dia juga sempat memijat ibundanya itu. Lalu, pada keesokan paginya, korban pamit berangkat sekolah dan minta uang saku lebih untuk memesan ojek online (Ojol).

“saya mengeluh kalau agak pusing. Waktu meninggalkan rumah itu kondisinya masih ceria dan gak ada masalah apa-apa. Paginya sebelum hilang itu minta sangu lebih ke saya buat nge-grab,” kenangnya sambil menahan tetesan air mata.

Saat Valentino tak kunjung pulang, dirinya gelisah karena handphone yang dibawa Valen tidak bisa dihubungi. Ia pun lantas mencari kesana kemari hingga akhirnya melaporkan kehilangan Valen ke Polsek Rungkut.

Hari demi hari ia lalui dengan terus berdoa kepada tuhan agar anaknya segera ditemukan. Dengan rasa cemas dan khawatir, Yuli mengaku sempat mendengar bisikan anaknya minta tolong pada minggu pertama Valentino hilang.

“Setelah satu minggu hilang itu, saat malam hari saya dalam kondisi sadar itu dengar suara minta tolong, saya cerita ke kakak saya kalau dengar suara Valen,” tegasnya.

Selain mendengar bisikan suara minta tolong, ia sempat bermimpi jika Valentino digandeng oleh seorang pria. Tak berselang lama, ia juga melihat dalam mimpi jika Valen sedang berada di sebuah tempat seperti ruko dengan kondisi tergeletak dan tidak bisa apa-apa.

Saat itu, ia melihat mata Valen berkedip seakan meminta tolong kepadanya. Ikatan batin antara ibu dan anak membuatnya yakin jika saat itu Valen berusaha menyampaikan sesuatu.

“Di dalam mimpi juga pernah, itu dia jalan sama anak laki. Mungkin dia menunjukkan gitulo kalau itu pembunuhnya. Saya gak paham juga tapi,” sambil kembali menahan tangis.

Kini, pihak kepolisian telah menutup penyelidikan kasus Valentino. Polisi menegaskan bahwa Valentino tewas karena gantung diri karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan oleh tim inafis. [ang/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar