Hukum & Kriminal

Usung Konsep Graha Merdeka Majapahit, Polres Mojokerto Bangun Gapura

Gapura dengan arsitektur colonial belanda dibangun di pintu utama masuk Polres Mojokerto. Foto : misti/beritajatim

Mojokerto (beritajatim.com) – Bangunan gapura didesain dengan arsitektur kolonial Belanda dibangun di pintu utama masuk Polres Mojokerto. Mengusung konsep Graha Merdeka Majapahit, Polres Mojokerto mengajak masyarakat memupuk persatuan dan tumbuhkan nasionalisme dalam rangka HUT ke-74 RI.

Dilengkapi replica lambang negara Garuda Pancasila Raksasa dan simbul Surya Majapahit, di bagian depan terdapat tulisan 1945 dan 2019 yang menggambarkan usia dan perjalanan kemerdekaan RI. Dibagian dua sisi tiang gapura juga dilengkapi tanggal dan bulan kemerdekaan.

Tulisan ‘SDM Unggul Indonesia Maju’ menjadi tema Nasional Kemerdekaan tahun ini ikut menghiasi Festival Gapura Cinta Negeri tersebut. Di bagian dalam, barisan gapura kecil bertuliskan Dirgahayu Kemerdekaan RI ke-74 dengan foto Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Kapolres Mojokerto AKBP Setyo Koes Heriyatno.

Umbul-umbul merah putih juga menghiasi atap di depan pos penjagaan dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mojokerto. Sejumlah petugas memakai kostum perjuanga turut menyambut masyarakat yang hendak masuk ke Mapolres Mojokerto.

Polisi tempo dulu ini juga bakal ditemui pada pelayanan di Satuan Penyelenggara Administrasi (satpas) SIM dan Kantor Samsat Satlantas Polres Mojokerto. Selain mendapat pelayanan prima, masyarakat juga dimanjakan dengan sajian kopi dan teh gratis.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, Gapura Graha Merdeka Majapahit menggambarkan nuansa zaman kolonial Belanda. “Garuda Pancasila menggambarkan kedaulatan NKRI, logo Surya Majapahit menggambarkan Majapahit yang pernah menyatukan nusantara,” ungkapnya, Jumat (16/8/2019).

Gapura berkonsep Graha Merdeka Majapahit tersebut dibuat untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-74. Melalui perpaduan bangunan kolonial, angka tahun dan Garuda Pancasila pada gapura bertujuan ingin mengajak para masyarakat mengenang kembali masa-masa perjuangan merebut kemerdekaan RI dari penjajah.

“Pembangunannya gotong-royong yang dilakukan oleh semua personil dan masyarakat sekitar. Kami juga ingin mengajak masyarakat menjaga keutuhan NKRI dengan menjaga persatuan dan kesatuan serta persaudaraan dengan SDM Unggul Indonesia Maju,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Bobby Muhammad Zulfikar menambahkan, sebagai sarana penujang, di dalam Satpas juga lengkapi smoking area, ibu menyusui dan tempat bermain anak. “Kita juga mempunyai program unggulan berupa Majapahit Coaching Clinic,” jelasnya.

Yakni, lanjut Kasat, pihaknya menyediakan fasilitas bagi calon pemohon SIM untuk berlatih ujian teori dan praktik. Tak hanya itu, untuk lebih dekat dengan masyakat, pihaknya juga menyediakan spot poto booth bagi para penggila selfie.[tin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar