Hukum & Kriminal

Usia Produktif Dominasi Kasus Narkoba di Pamekasan

Pamekasan (beritajatim.com) – Usia produktif mendominasi kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan pil koplo di wilayah hukum Polres Pamekasan, yang terjaring operasi sejak 2018 hingga 2019 lalu.

Hal tersebut berdasar hasil ungkap kasus yang dilakukan aparat penegak hukum dalam kurun waktu dua tahun terakhir, tercatat sebanyak 98 tersangka pada 2018, serta sebanyak 127 tersangka pada 2019 lalu.

“Pada 2018, tercatat sebanyak 91 tersangka kasus penyalahgunaan narkoba berada di usia produktif, yakni sebanyak 37 tersangka berusia 20 hingga 24 tahun serta sebanyak 54 tersangka berusia 25 hingga 64 tahun,” kata Kasat Reskoba Polres Pamekasan, AKP Bambang Hermanto kepada beritajatim.com, Jum’at (3/1/2020).

Sedangkan tujuh tersangka lain pada kasus penyalahgunaan narkoba pada 2018, tercatat sebanyak enam tersangka di usia 15 hingga 19 tahun, serta satu tersangka lainnya berusia 65 tahun.

“Sementara untuk tahun 2019, tercatat sebanyak 33 tersangka berusia antara 20 hingga 24 tahun. Serta sebanyak 70 tersangka berusia antara 25 hingga 64 tahun. Sedangkan sisa dari total 127 tersangka tersebut, sebanyak 24 tersangka di antaranya berusia antara 15 hingga 19 tahun,” ungkapnya.

Seperti diketahui, peredaran kasus penyalahgunaan narkoba di wilayah hukum Polres Pamekasan, mengalami peningkatan dalam setahun terakhir. Tercatat sebanyak 98 tersangka pada 2018, naik menjadi sebanyak 127 tersangka pada edisi 2019 lalu.

Pada edisi ungkap kasus narkoba selama 2018, tercatat sebanyak 68 kasus dengan total tersangka sebanyak 98 orang. Sementara pada edisi 2019, tercatat sebanyak 95 kasus penyalahgunaan narkoba dengan total tersangka sebanyak 127 orang.

Peningkatan kasus tersebut juga berdampak pada hasil sitaan narkoba yang diamankan petugas sebagai barang bukti alias BB, tercacat seberat 157,13 gram sabu dan sebanyak 120 butir pil koplo diamankan selama 2019. Sementara pada 2018, tercatat seberat 83,96 gram sabu dan sebanyak 2.591 butir pil koplo.

Sementara status tersangka juga cenderung naik dari sebelumnya. Pada 2018 tercatat sebanyak 45 tersangka sebagai pengedar, 50 tersangka pemakai dan 3 orang bandar. Sedangkan pada 2019 tercatat sebanyak 46 pengedar, 75 orang pemakai dan 6 tersangka lainnya berstatus bandar.

Dari total tersangka yang ditangkap, beberapa di antaranya merupakan tersangka perempuan. Dari total tersangka sebanyak 98 pada 2018, empat di antaranya merupakan tersangka perempuan. Sedangkan (127 tersangka) pada 2019 hanya tiga orang tersangka perempuan. [pin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar