Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Usai Sidang Perceraian, Pengacara Muda Probolinggo Nyaris Ditabrak Oleh Mobil Ibu Mertua Tiri

video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pengacara muda di Kabupaten Probolinggo hampir ditabrak oleh mobil yang ditumpangi ibu mertua tiri

Probolinggo (beritajatim.com) – Beredar sebuah video rekaman CCTV yang memperlihatkan seorang pengacara muda di Kabupaten Probolinggo hampir ditabrak oleh mobil yang ditumpangi ibu mertua tiri-nya, usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Agama Kraksaan. Selasa (17/5/2022).

Dalam rekaman video tersebut terlihat sebuah mobil Innova warna hitam berjalan dari arah barat ke timur, dan diduga berusaha menabrak pengacara diketahui bernama Pradipto Atmasunu yang sedang berjalan kaki dari arah berlawanan.

Saat dikonfirmasi, Pradipto Atmasunu mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada saat setelah dilakukan persidangan verstek, dengan pemohon atas nama H. Fathurrahman tak lain merupakan mertua dari pengacara yang karib disapa Diki dan juga kliennya itu, dengan ibu mertua tirinya atas nama FRN.

“Agendanya mediasi, menghadirkan principal antara pemohon dan termohon, dalam mediasi itu terjadi cekcok, saya sebagai kuasa hukum diam tidak ikut-ikut,” kata Diki, Kamis (19/5/2022).

Selepas persidangan tersebut, ia berniat untuk pergi ke warung yang berada di sebelah barat Pengadilan Agama Kraksaan untuk minum kopi.

“Saya jalan kaki, kok tiba-tiba Innova warna hitam, saya hafal plat nomornya, memang itu yang dikendarai oleh buk Finra, kok makin lama kencang mengarah ke saya, saya spontanitas panik, akhirnya saya menghindar ke sebalah kanan, setelah itu lengan kiri saya mengenai spion, terjadilah suara benturan keras, kalau saya tidak menghindar, kena ke kaki dan lengan sebelah kiri saya, bisa patah,” jelas Diki.

Setelah mengenai lengannya itu, mobil yang ditumpangi ibu mertua tirinya itu tidak berhenti dan mrmilih untuk terus berjalan ke arah timur, tanpa memperdulikan Diki. “Mobil itu tidak berhenti sama sekali, tetap lanjut ke arah timur,” katanya.

Diki menduga, hal itu memang disengaja, karena jika melihat rekaman CCTV, mobil tersebut terlihat tidak berusaha mengerem.

“Kalau mengarah ke rekaman CCTV, tidak ada pengereman sama sekali, dan saat kejadian saya melihat tidak ada bekas pengereman sama sekali, silahkan rekan-rekan menyimpulkannya sendiri,” duganya.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Probolinggo, hal itu dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Probolinggo, Bripka Muhtar Yuliharto.

“Kami telah menerima laporan atau aduan yang bersangkutan, saat ini sedang kami proses dan secepatnya akan kami tindak lanjuti,” jelas Bripka Muhtar Yuliharto, Kasi Humas Polres Probolinggo.

Sementara itu, pihak FRN saat dikonfirmasi melalui sambungan telefon, memilih untuk tidak memberikan pernyataan kepada awak media. (tr/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar