Hukum & Kriminal

Usaha Pembuatan Miras Oplosan Digerebek Polisi

Gresik (beritajatim.com)– Usaha pembuatan minuman keras (miras) oplosan yang berlokasi di wilayah Driyorejo, berhasil digerebek polisi. Dalam penggerebekan itu, polisi menyita sejumlah bahan baku miras oplosan.

Modus yang dilakukan penjual miras oplosan tersebut menggunakan warung sebagai tempat pengoplosan. Dianggap aman dari pantauan polisi. Namun, upaya tersebut akhirnya terbongkar berkat informasi dari masyarakat.

Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin mengatakan, dari hasil penggeledahan, berhasil menemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya, 16 botol miras oplosan berukuran 1 liter, 2 botol miras berukuran 1,5 liter. Kemudian, 1 ember yang digunakan untuk mengoplos, 1 gayung, 1 corong plastik dan 13 botol kosong berukuran 1 liter serta 4 botol kosong. Terakhir uang tunai Rp 240 ribu.

“Pengungkapan miras oplosan berawal dari informasi masyarakat. Bahwa terdapat sebuah warung yang menjual miras oplosan,” katanya, Senin (8/07/2019).

Dia menambahkan, miras tersebut dibuat sendiri oleh Sumardiono. Dia memakai bahan baku sprit berukuran 1,5 liter sebanyak 4 botol. Selanjutnya, dicampur dengan air setengah galon dan diberi alkohol dengan kadar 96 persen.

“Dari pengakuan tersangka dia Sumardiono menjual miras itu tidak hanya di wilayah Driyorejo. Tapi, sampai keluar daerah,” tanbahnya.

Akibat perbuatannya lanjut Wavek,Sumardiono dikenakan Perda nomor 15 tahun 2002 junto Perda nomor 19 tahun 2004 tentang larangan minuman keras dan berakohol, UU nomor 7 tahun 2014 Tentang Perdagangan pasal 24 dan pasal 106 UU nomor 8 tentang Perlindungan Konsumen tahun 1999 pasal 62 jo pasal 8. [dny/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar