Hukum & Kriminal

Urus SIM Tidak Antri, Ini Terobosan Satlantas Polresta Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Satlantas Polresta Mojokerto semakin meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat dengan meresmikan gedung Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Prototype di Jalan Raya Bloto Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto.

Dalam pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) Satlantas Polresta Mojokerto menerapkan teknologi First In First Out (FIFO). Selain dalam pengurusan SIM lebih cepat, di dalam pelayanannya dipastikan tidak bisa disrobot karena masyarakat diberikan barcode. Sehingga masyarakat dilayani sesuai nomor antrian.

Kapolresta Mojokerto, AKBP Bagiek Sugiyarto mengatakan, pembangunan Satpas Prototype tersebut untuk meningkatkan pelayanan publik Polresta Mojokerto kepada masyarakat.

“Keunggulannya ada teknologi FIFO, siapa yang datang duluan mana keluar duluan. Disitu ada alurnya, sehingga tidak bisa disrobot,” ungkapnya, Senin (24/2/2020).

Masih kata Kapolresta, semua berdasarkan urutan kedatangan sehingga dipastikan mereka yang datang belakangan tidak bisa didahulukan. Kelebihan lainnya, tempat pelayanan enak, fasilitas lengkap dan ruangan ber AC sehingga masyarakat semakin nyaman saat menunggu antrian.

“Karena ruangan sangat representasi. Jika uji teori lolos antara 10 menit, kalau perpanjangan lebih cepat karena tidak melalui uji teori dan praktek. Jika tidak ada antrian bisa 5 menit, kalau antri 10 menit. Tidak ada pungli, calo dan biayanya sama. Barcode ini sistem jadi tidak bisa disrobot, meski anak Kapolres,” katanya.

Kapolresta menjelaskan, alur pertama masyarakat yang datang mengurus SIM masuk ke ruangan dan diterima petugas. Petugas kemudian diberi barcode untuk masuk ruang pendaftaran, sementara pengantar tidak bisa masuk karena barcode hanya diberikan kepada pengurus SIM.

“Kemudian registrasi, foto, pencerahan, uji teori, ujian praktek. Jika dinyatakan lulus maka mengisi formulir, bayar PNBP dan bisa ambil SIM. Jika tidak lulus diberi waktu 7 hari dan datang lagi untuk praktek, sampai tiga kali. Kalau dulu sekitar 20 menit, panas dan tidak bisa mengontrol mana yang datang dulu dan belakang,” jelasnya.

Selain meresmikan gedung Satpas Prototype, kegiatan yang dihadiri Wali Kota Mojokerto, Kapolres Mojokerto dan Ketua Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto ini juga mencanangkan road to Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Komitmen Bersama Service Excellent, Zero Complaint, peresmian Pos 901 Gunung Gedangan.

Pos 903 Sekar Putih, Pos 906 Benteng Pancasila, Container Perpustakaan Pintar Berlalu-lintas dan launching Program Inovasi Sriwanjana Polresta Mojokerto dan pelayanan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Progressive Polresta Mojokerto.[tin/ted]






Apa Reaksi Anda?

Komentar