Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Upayakan Keadilan Bagi Masyarakat, Kejari Surabaya Dirikan Rumah Restoratif Justice di Kampus Unair

Surabaya (beritajatim.com) – Wani rembugan prei gegeran (berani musyawarah, berhenti berantem) semboyan itu tertulis dalam slogan rumah restoratif justice (RJ) yang didirikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Rumah keadilan yang sesungguhnya bagi masyarakat ini dirikan di kampus Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Selain Mia Amiati, Kepala Kejati (Kajati) Jatim yang meresmikan RJ ini, turut juga forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Jawa Timur seperti Gubernur JatimKhofifah Indar Parawansa, perwakilan dari Pangdam V Brawijaya, perwakilan dari Polda Jatim juga turur hadir dalam acara ini.

Tak ketinggalan juga, Walikota Surabaya Eri Cahyadi, Dekan Fakultas Hukum Unair Iman Prihandono, dan beberapa pejabat dari Kejari Tanjung Perak, Kejari Sidoarjo, Kejari Mojokerto Kota, Kejari Gresik. Peresmian ditandai dengan pemotongan tali bunga melati secara langsung oleh Kajati Jatim Mia Amiati.

Kepada wartawan, Mia menjelaskan alasan pihaknya memilih kampus Unair sebagai tempat rumah RJ Kejari Surabaya. “Kebetulan Pak Dekan (Fakuktas Hukum Unair) memiliki visi misi yang luar biasa, bagaimana para mahasiswa nanti mempunyai suatu ruang yang bisa dijadikan pembelajaran dan penelitian tentang penerapan keadilan,” ujarnya.

Selain itu, kata Mia, rumah RJ ini juga bisa dijadikan tempat untuk para mahasiswa yang tengah bermasalah dengan hukum. “Di sini nanti Pak Dekan bisa menerapkan bagaimana agar mahasiswa bisa guyub dengan adanya rumah RJ ini,” kata Mia.

Sementara itu dengan adanya rumah RJ ini, Khofifah menyebut bahwa masyarakat Jatim telah mendapat harapan baru. Berupa kebijakan baru yang menurut Khofifah telah ditunggu-tunggu oleh masyarakat di negeri ini. “Bagaimana hukum itu bisa dirasakan kehadirannya untuk memberi solusi yang lebih cepat, mudah, murah, dan tentunya memberi rasa keadilan,” jelasnya.

Khofifah berharap melalui rumah RJ, masyarakat bisa mendapat tambahan penguatan harapan dalam pemberian rasa keadilan. Menurutnya, hal ini merupakan terobosan yang bagus dari Pak Jaksa Agung, yang kemudian di break down dengan sangat luar biasa oleh Kajati Jatim. “Sehingga kami tadi memberikan apresiasi berupa anugerah Jer Basuki Mawa Beya emas. Dan sesuai pesan dari Bu Kajati tadi juga bilang bahwa jangan sampai ada kesan hukum itu tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” tegasnya.

Apresiasi terhadap rumah RJ ini juga dilontarkan oleh Dekan Fakultas Hukum Unair Iman Prihandono. Menurutnya, para akademisi di Fakultas Hukum Unair juga telah siap saat dimintai pendapat hukum pada setiap penyelesaian perkara di rumah RJ.

Nantinya rumah RJ juga akan melibatkan para mahasiswa dalam setiap penyelesaian perkara. “Rumah RJ ini adalah laboratorium untuk para mahasiswa. Nanti mahasiswa akan duduk di belakang, mencatat dan melihat. Setelah itu mereka nanti akan mendiskusikan dalam kelompok kecil bersama dosennya. Rumah RJ ini akan jadi tempat proses belajar bagi para mahasiswa,” pungkasnya. [uci/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar