Hukum & Kriminal

Kasus Pencemaran Nama Baik

Upaya Banding Pemilik Depot Miras 2 Kediri Buahkan Hasil

Kediri (beritajatim.com) – Upaya banding yang dilakukan oleh Yuyun Masita Yuwono atas perkara pencemaran nama baik menuai hasil. Pengadilan Tinggi Surabaya menyatakan unsur dakwaan dalam pasal 27 ayat 3 Undang Undang ITE tidak terpenuhi dengan berbagai pertimbangan. Oleh karenya, pemilik depot Mirasa 2 Kediri itu dinyatakan bebas murni

Hal ini disampaikan oleh Tim Penasihat Hukum Yuyun Masita Yuwono, Luka Fardani, S,H.,M,H., Danan Prabandaru, S,H., M.H memaparkan hasil upaya banding mereka atas perkara pencemaran nama baik yang menjerat perempuan berusia 63 tahun itu.

Luka Fardani mengatakan, berdasarkan putusan nomor 562 Pengadilan Tiggi Surabaya, hakim menyatakan tidak sependapat dengan putusan tingkat pertama dengan berbagai pertimbangan. Diantaranya bukti, keterangan saksi dan keterangan empat orang ahli.

Sehingga unsur dakwaan penuntut umum dalam pasal 27 ayat 3 Undang Undang ITE terhadap warga Kelurahan Pakelan, Kota Kediri itu tidak terbukti secara sah. Sehingga pemilik depot mirasa 2 di Jalan Hayam Wuruk Kota Kediri tersebut dinyatakan bebas murni.

“Putusan Pengadilan Tinggi Surabaya menyatakan terdakwa Yuyun Masita Yuwono tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang didakwa Jaksa Penuntut Umum pasal 45ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” kata Luka Fardani, pada Rabu (21/7/2021).

Poin putusan kedua, membebaskan terdakwa oleh karena itu dari dakwaan Jaksa Penntut Umum tersebut. Poin putusan terakhir memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya seperti semula.

“Pertimbangan majelis hakim Pengadilan Tinggi Surabaya, tidak sependapat dengan pertimbangan majelis hakim tingkat perdata. Yang mana, dari beberapa unsur dari ketentuan pasal 27 Ayat (3) itu dipetimbangkan oleh Pengadilan Tinggi Surabaya yang pertama unsur sengaja. Diperitmbangkan bahwa itu tidak terpenuhi. Lalu unsur mendistribusikan dokumen elektronik yang ada muatan penghinaan itu juga tidak pernuhi. Sehingga terdakwa dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakin. Ini bebas murni bukan bebas bersarat atau lepas dari tuntutan hukum,” tambah Luka Fardani menegaskan.

Sebelumnya, Yuyun Masita dilaporkan oleh Wijayanto Setiawan atas dugaan pencemaran nama baik yang dilakukannya melalui sebuah grup percakapan whatsApp milik sebuah organisasi sosial. Yuyun kemudian dilaporkan oleh wijayanto ke Polres Kediri Kota. Dia kemudian didakwa bersalah dan dijatuhi hukuman berupa pidana penjara selama tiga bulan, dan denda Rp 5 juta. [nm/kun]

 

 



Apa Reaksi Anda?

Komentar