Hukum & Kriminal

Untag Pecat Dosen Pengguna Narkoba, Segera Adakan Tes Urin

NSĀ  (52) seorang dosen mata kuliah Matematika di PTS Surabaya yang ditangkap polisi belum lama ini.(istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – NS (52) dosen yang diduga menggunakan narkoba jenis sabu telah dikonfirmasi merupakan dosen dari Fakultas Ekonomi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.

Karolin Widya, Kepala Humas Untag mengakui kepada beritajatim.com, Senin (20/1/2020) bahwa NS merupakan dosen senior dan mantan Dekan di kampusnya. Karolin juga menggambarkan bahwa NS merupakan dosen yang produktif dan disegani.

“Ya kalau boleh jujur kami merasa seperti terkena petir disiang bolong. Orangnya itu produktif, tidak ada komplain selama ini. Bahkan pernah menjabat jadi Dekan dan kebijakannya saat itu sangat baik dan terasa sekali manfaatnya,” kenang Karolin.

Kemudian ia mengklarifikasi bahwa apa yang dilakukan NS merupakan urusan pribadi dan tidak ada kaitannya dengan institusi.

“Itu adalah urusan pribadi, dan tidak ada kaitannya dengan institusi. NS adalah oknum. Tidak bisa disamakan dengan nama Instansi. Dan kami Untag tidak memberika toleransi sedikitpun kepada pengguna narkoba. Jadi kami tidak akan menghalangi setiap proses hukum yang berlangsung,” tukasnya.

Saat ini pun, NS sudah mendapatkan hukuman atau pinalti paling berat dari kampusnya, yakni pemutusan hubungan kerja atau dikeluarkan sebagai tenaga pendidik/dosen.

“Hukuman itu menjadi gambaran bahwa Untag tidak memberikan toleransi sekecil apapun kepada siapa saja yang berhubungan dengan narkotika. Baik dosen, staff maupun mahasiswa,” tukas Karolin.

Ia juga mengatakan bahwa Untag sangat disiplin dan ketat dalam urusan penolakan narkotika. Berkaca dari kasus NS, Untag akan melakukan beberapa langkah preventif kedepannya.

“Kami akan melakukan tes urin kepada pengajar dan staff. Agar tidak kecolongan. Selama ini memang tes urin sudah diterapkan di Untag secara berkala, terakhir ada di tahun 2018. Ya memang ada rentang waktu di 2019 kemarin. Maka dari itu tahun ini kami akan terapkan lagi,” tegas Karolin.

Tes urin ini akan segera dilakukan dalam waktu dekat. Sedangkan untuk mahasiswa, tindakan preventif yang dilakukan Untag adalah sosialisasi sejak dini dan pengawasan.

“Bahkan kalau untuk mahasiswa, waktu masuk awal itu mereka sudah didampingi BNN. Jadi sikap Untag ini jelas dan tegas menolak segala jenis penggunaan Narkotika. Mahasiswa pun sudah tahu akibatnya jika berani menggunakan narkoba. Tindakan kami sangat jelas. Dikeluarkan,” pungkasnya.[adg/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar