Hukum & Kriminal

Universitas Jember Bebastugaskan Dosen Tersangka Pencabulan

foto/ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membebastugaskan sementara oknum dosen berinisial R yang menjadi tersangka pencabulan terhadap keponakannya sendiri. Pembebastugasan ini sesuai dengan rekomendasi tim investigasi yang dibentuk Rektor Iwan Taruna.

“Tim ini telah mulai bekerja mengumpulkan bukti-bukti tentang dugaan pelanggaran disiplin PNS tersebut,” kata Wakil Koordinator Bidang Humas Rokhmad Hidayanto, Kamis (15/4/2021). Rekomendasi ini sesuai dengan ancaman hukuman disiplin tingkat berat pada pasal 27 Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010.

Pembebastugasan ini tak hanya terkait dengan jabatan struktural R. Menurut Hidayanto, R juga tidak boleh memberikan bimbingan maupun menguji tugas akhir.

“Pembebastugasan sementara ini selain dalam rangka mendukung kelancaran pemeriksaan oleh tim investigasi, \juga dilatarbelakangi perkembangan status hukum R yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Jember berdasarkan alat bukti yang mencukupi dan memadai,” kata Hidayanto.

Hidayanto menjelaskan, pembebastugasan sementara ini berlaku sampai dengan ditetapkannya hukuman disiplin PNS. “Jika terbukti sebagai pelanggaran berat, maka hukuman terberatnya bisa sampai dengan pemberhentian sebagai PNS. Dalam hal ini tim investigasi masih terus bekerja dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, agar bisa memberikan rekomendasi yang cepat dan tepat,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh beritajatim.com di lapangan, peristiwa pencabulan terjadi dua kali, yakni pada akhir Februari dan 26 Maret 2021. Keponakannya itu memang tinggal di rumah si oknum dosen. Saat itu, oknum dosen ini mengatakan bahwa korban terkena kanker payudara sembari memberikan jurnal dalam jaringan tentang kanker payudara.

Oknum dosen menawarkan terapi. Korban semula menolak. Namun oknum dosen mengikuti korban ke kamar dan memaksa sang keponakan membuka baju. Tanpa diketahui oknum dosen, korban merekam suara percakapan dalam kejadian tersebut. Setelah kejadian itu, si keponakan membuat status di Instagram Story yang belakangan diketahui si ibu dan berujung ke kepolisian. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar