Hukum & Kriminal

Ungkap Kasus Narkoba Jajaran Polres Mojokerto, Polsek Gondang Terbanyak

Kapolres Mojokerto, AKBP Doni Alexander meliris pengungkapan kasus narkoba di halaman Mapolres Mojokerto. [Foto: misti/bj.com]

Mojokerto (beritajatim.com) – Dalam Operasi Tumpas Semeru 2020 yang digelar selama dua minggu, Polsek Gondang menjadi polsek terbanyak ungkap kasus dari 14 polsek jajaran Polres Mojokerto. Polsek Bangsal dan Polsek Pungging nihil ungkap kasus narkoba, sementara barang bukti terbesar berhasil diungkap Satnarkoba Polres Mojokerto yakni seberat 10 gram sabu-sabu.

Dalam Operasi Tumpas Semeru 2020 lalu, Polres Mojokerto berhasil mengungkap sebanyak 24 Laporan Polisi (LP) dengan tersangka sebanyak 31 orang. Sebanyak 14 orang tersangka diungkap Satnarkoba Polres Mojokerto dan sebanyak 17 orang tersangka diungkap Polsek jajaran. Dari 31 orang tersangka diamankan sejumlah Barang bukti.

Barang bukti yang diamankan yakni sebanyak 44,69 gram sabu-sabu, 1.278 butir pil double L dan 10 butir ekstasi. Satnarkoba dengan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 31,3 gram dan 278 butir pil double L. Sementara 17 orang tersangka lainnya diamankan polsek jajaran dengan barang bukti sabu-sabu seberat 13,39 gram, 1.000 butir pil double L dan 10 butir ekstasi.

Dari 14 polsek jajaran Polres Mojokerto, Polsek Gondang dengan dua LP dan barang bukti sabu-sabu sebanyak 8 gram disusul Polsek Mojosari dengan satu LP dan barang bukti sabu-sabu 2 gram serta Polsek Sooko dengan satu LP dan barang bukti sabu-sabu sebanyak 1,2 gram. Sementara Polsek Bangsal dan Polsek Pungging tidak berhasil mengungkap kasus narkoba.

Kapolres Mojokerto, AKBP Doni Alexander mengatakan, Polsek Gondang menjadi polsek terbanyak yang mengungkap kasus narkoba. “Polsek Gondang mulai marak peredaran narkoba. Nantinya Satnarkoba akan memback up polsek jajaran untuk mengungkap tersangka lain agar Mojokerto zero narkoba,” ungkapnya, Senin (7/9/2020).

Masih kata Kapolres, sebanyak 31 orang tersangka tersebut masih menggunakan modus lama yakni tempat atau sistem ranjau. Namun pihaknya masih melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk pengungkapan kasus narkoba di wilayah hukum Polres Mojokerto.

“Untuk tersangka tidak ada pelajar tapi untuk pengguna, kami yakin betul ada yang masuk ke kategori pelajar. Dengan proses yang kami laksanakan, Satnarkoba tidak hanya sekedar dalam proses refrensensif saja tapi juga melakukan kegiatan preventif dan preentif ke sekolah, kelompok organisasi untuk melakukan sosialisasi terkait bahaya narkotika,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, dari pengungkapan narkoba dengan barang bukti sabu-sabu terbesar yakni dari Satnarkoba Polres Mojokerto. Yakni sebanyak 10 gram sabu-sabu yang diamankan dari tersangka David Subexti (22) warga Desa Balongmojo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.

Kasat Narkoba Polres Mojokerto, AKP Yogi Andri Khristanto menambahkan, David Sebexti diamankan pada, Rabu (26/9/2020) sekira pukul 15.00 WIB lalu di pinggir Jalan Desa Tampung Rejo, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. “David diamankan anggota Satnarkoba Polres Mojokerto dengan BB 10 gram sabu-sabu,” tambahnya.

Salah satu tersangka dengan barang bukti 10 gram sabu-sabu, David Subexti (22) mengaku, baru dua bulan menjadi kurir sekaligus pemakai narkoba. “Dapat dari Mojosari, disuruh (kurir). Tahu (narkoba). Sekali transaksi dijanjikan diberikan uang sebesar Rp100 ribu. Kadang 2 gram, 1 gram, 1/2 gram,” akunya. [tin/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar