Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Proyek PT Sipoa di Tambak Oso Waru

Unggah Kenyataan di Lapangan, Malah Dilaporkan Pencemaran Nama Baik

Sidoarjo (beritajatim.com) – Tjandrawati Prajitno (66) warga Lidah Wisata Mas Selatan, Lakarsantri, Kota Surabaya meminta keadilan ke Mapolresta Sidoarjo karena dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan ITE oleh CN (38) warga Sidoarjo, atas unggahannya di media sosial soal proyek PT Sipoa Tambakoso Waru yang mangkrak.

Kasus Tjandrawati mencuat setelah dirinya yang sebelumnya juga sebagai mantan marketing di PT Sipoa membeberkan sejumlah kejanggalan kepada ratusan korban PT Sipoa, yang uangnya belum dikembalikan (refund).

Saat ditemui di Mapolresta Sidoarjo, Tjandrawati Prajitno atau yang akrab disapa Siok itu menyatakan bahwa ia dilaporkan karena postingan di akun Instagram miliknya yang dianggap mencatut nama CN.

Lebih lanjut ia menjelaskan jika semula di grup WhatsApp marketing PT Sipoa Investama Propertindo (SIP), CN membagikan beberapa pemberitaan terkait mulai ditanganinya proyek mangkrak PT Sipoa yang berada di Tambakoso dekat Bandara Internasional Juanda itu.

Namun ia menilai bahwa berita yang CN bagikan di grup Whatsapp marketing adalah kebohongan, karena menurutnya proyek tersebut hingga saat ini masih mangkrak dan masih berstatus sengketa.

Tangkapan layar di IG Tjandrawati Prajitno

“Dia (CN) menyebarkan semua berita terkait pembangunan bangunan mangkrak di grup itu. Saya hanya meluruskan dan memasukkannya ke Instagram pribadi saya dengan tangkapan layar (screenshot). Hal ini saya bagikan karena banyak korban dari PT Sipoa ini banyak yang ndak tau, dan ndak berani bicara karena takut,” ujar Siok saat akan memenuhi panggilan keduanya di Polresta Sidoarjo. Rabu (15/6/2022).

Siok menjelaskan bahwa dari postingan tersebutlah, ia di somasi dua kali dan diminta untuk meminta maaf melalui laman Instagram, WhatsApp, dan media cetak koran Jawa Pos namun ia tidak menghiraukan hingga akhirnya ia dilaporkan ke polisi.

“Apa yang saya share ini bukan hoax, karena buktinya di lapangan sama yang dishare sama dia itu beda. Di lapangan proyeknya masih mangkrak. Bahkan dibuat untuk sirkuit drag race. Dan dia malah jadi penanggung jawab,” imbuhnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum Siok, Rahmad Ramadhan saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa hari ini ia bersama dengan kliennya tetap mematuhi serta memenuhi panggilan yang diberikan kepolisian

“Pertama sesuai dengan prosedur hukum, tentunya kita akan mendampingi klien kami yang juga sebagai Ketua Paguyuban Siok Cinta Damai, yang mana membawahi sekitar 600 korban PT Sipoa ini mendampingi dalam proses penyidikian,” tegas Rahmad.

Dari pendampingan yang diberikan Rahmad, nantinya ia bersama tim akan mendalami kasus yang menjerat kliennya tersebut. “Dari pendampingan yang kami berikan, nantinya kami akan mendalami apakah kasus ini memenuhi unsur atau tidak, kalau tidak memenuhi unsur, maka kami akan merekomendasikan untuk lapor balik. klien kami dilaporkan pasal 310 khup jo pasal 311 khup jo uu elektronik,  dan pasal 27 ayat 3. Uu no 19 tahun 2019 tentang perubahan uu no 11 tahun 2008 tentang transaksi elektronik,” pungkasnya.

Sementara itu Kasubsi PIDM Humas Polresta Sidoarjo, Ipda Tri Novi Handono membenarkan laporan dan pemeriksaan dugaan kasus pencemaran nama baik dan ITE tersebut. (isa/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar