Hukum & Kriminal

Ucapan Rasis ke Warga Ambon, Perempuan Asal Surabaya Dilaporkan ke Polisi

Surabaya (beritajatim.com) – Seorang perempuan di Surabaya berinisial DN dilaporkan ke Polrestabes Surabaya usai mengucapkan kalimat rasis kepada masyarakat Ambon, Kamis (03/11/2022). Kalimat hinaan tersebut dilontarkan saat DN ditagih hutang di kantornya di wilayah Wonocolo.

Julian, masyarakat Ambon yang melapor ke Polrestabes Surabaya mengatakan jika permasalahan tersebut berawal dari pihaknya pada beberapa hari lalu datang ke kantor DN untuk menagih hutang. Dalam pertemuan tersebut DN beserta suaminya dan Julian sepakat untuk bermediasi di kantor Polsek Wonocolo untuk menyelesaikan utang.

“Saya sempat menghubungi pada hari Rabu (03/11/2022) kemarin untuk mengingatkan akan bertemu di Polsek, namun jawaban suami ibu DN malah bilang kalo ga ada urusan lagi,” ujarnya saat ditemui beritajatim, Kamis (03/11/2022) malam.

Pada hari Kamis (03/11/2022) siang, Julian mendatangi kantor suami DN di wilayah Wonocolo. Namun, saat itu hanya ada DN dikantor. Julian pun menyampaikan pertanyaan kenapa suami DN membatalkan janji untuk bermediasi di Polsek Wonocolo terkait hutang.

“Namun malah DN itu mengumpat dengan kalimat kasar. Ucapan-ucapan rasis disampaikan kepada saya. Namun saat itu saya memilih untuk turun,” imbuh Julian.

Tak berselang lama, Anggota Polsek Wonocolo datang. Masyarakat Maluku dan Ambon masuk ke kantor DN bersama polisi untuk menyelesaikan permasalahan hutang.

Namun, DN malah mengeluarkan handphone dan menyebut kalimat rasis kepada masyarakat Ambon. Keributan pun sempat terjadi, beruntung anggota Polsek Wonocolo lebih sigap dan bisa meredam keributan tersebut. Atas ucapan rasis tersebut, Julian melaporkan ke Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, Ketua DPD Maluku 1 Rasa (M1R) Jawa Timur, Baharudin Umasugi mengatakan jika selain melaporkan ke Polrestabes Surabaya, dirinya mewakili masyarakat Maluku dan Ambon yang ada di Jawa Timur akan melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolda Jatim, Jumat (04/11/2022) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurutnya, akan ada 200 masyarakat Ambon dan Maluku yang akan mengawal pelaporan tersebut di Mapolda Jatim.

“Ini pelajaran agar tidak ada rasis di bumi Indonesia khususnya di Jawa Timur. Jika kota bersepakat NKRI adalah milik kita bersama harusnya tidak ada lagi rasis di Bumi Pertiwi yang kita cintai ini,” tegasnya. (ang/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar