Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Uang Rp 1 Miliar Tertata di Meja Kajari Tanjung Perak Surabaya

Kajari Tanjung Perak I Ketut Kasna Dedi, SH, MH menyerahkan uang denda kasus narkoba ke Pimca BRI Pahlawan, Dupa Nusantara untuk disetorkan ke kas negara.

Pembayaran Denda oleh Terpidana Narkoba

Surabaya (beritajatim.com) – Uang pecahan ratusan ribu senilai satu miliar tertata rapi di meja ruangan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya I Ketut Kasna Dedi. Uang tersebut diserahkan oleh Terpidana kasus narkotika Deni Wijaya.

Deni Wijaya adalah terpidana kasus narkoba, dia divonis 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan oleh Mahkamah Agung (MA). Saat ini, Deny sudah menjalani hukuman pokok yakni delapan tahun. Sementara hukuman kurungan selama satu tahun tidak dia jalani. Deny lebih memilih membayar denda sebesar Rp 1 miliar ke Negara melalui Kejari Tanjung Perak.

Kajari Tanjung Perak, I Ketut Kasna Dedi, SH, MH menjelaskan, uang denda tersebut diserahkan oleh keluarga dari terpidana Deni Wijaya. Selanjutnya uang denda tersebut disetorkan ke kas negara melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pahlawan Surabaya.

“Perkara tahun 2013 yang telah berkekuatan hukum tetap. Vonis kasasinya 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 1 tahun kurungan,” terangnya usai melakukan penghitungan uang oleh petugas BRI di ruang kerjanya.

Kajari Tanjung Perak I Ketut Kasna Dedi, SH, MH menyerahkan uang denda kasus narkoba ke Pimca BRI Pahlawan, Dupa Nusantara untuk disetorkan ke kas negara.

Dengan dibayarnya denda tersebut, masih kata Kasna, terpidana Deni Wijaya tidak lagi menjalani hukuman subsidernya.

“Dia (Deni Wijaya) hanya menjalani pidana pokoknya saja. Sekarang yang bersangkutan sedang menjalani hukuman di Lapas Porong,” jelasnya didampingi Kasi Pidum Hamonangan Parsaulian dan Kasubsi Eksekusi dan Penuntutan, Zulfikar.

Untuk diketahui, Deni Wijaya ditangkap oleh Satreskoba Rabu, 30 Januari 2013 lalu. Saat ditangkap, Polrestabes Surabaya
mengamankan 1,1 kilogram sabu dan 4.091 ineks. Selain Deny, polisi mengamankan anggota jaringan lainnya, Era Utari, berikut 2,3 gram sabu dan 131 ineks. Satu tersangka lagi, Bambang Iswanto yang sering menyuplai narkoba ke Bali dan Banjarmasin.

Dari Bambang polisi menyita 2,1 ons sabu dan 546 ineks. Total barang bukti yang disita polisi yakni 1,5 kg sabu dan 4.786 ineks, yang nilainya mencapai Rp 4,5 miliar. Ketiganya diadili dalam berkas perkara terpisah.

Saat disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Deni Wijaya divonis 12 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 2 bulan kurungan. Atas putusan tersebut, JPU Kejari Tanjung Perak mengajukan banding. Dan hasilnya, vonis Deni Wijaya diperberat menjadi 18 tahun penjara, denda 1 miliar subsider 1 tahun kurungan.

Namun putusan Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA) setelah Deni Wijaya menempuh upaya hukum kasasi. Dalam putusannya, Hakim Agung menguatkan putusan Pengadilan Negeri Surabaya. [uci/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar