Hukum & Kriminal

Tunjukkan Alat Vital pada Wanita untuk Pemerasan, Pria Ini Dipenjara 11 Bulan

Surabaya (beritajatim.com) – Majelis hakim yang diketuai M. Taufik Tatas Prihyantono menjatuhkan hukuman selama 11 bulan pada Dwi Agus Wijaya, Kamis (10/12/2020).

Dalam amar putusan hakim disebutkan jika pria kelahiran 27 tahun silam ini bersalah lantaran memeras pengemudi mobil perempuan dengan modus menunjukkan alat kelaminnya.

“Mengadili, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemerasan dengan kesusilaan,” ujar hakim Taufik saat membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (10/12/2020).

Tuntutan ini lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum. Jaksa Deddy Arisandi sebelumnya menuntut pidana setahun penjara. Terdakwa menerima putusan majelis hakim. “Saya menyesal. Saya khilaf,” ujar Agus dalam sidang secara video call.

Dalam dakwaab JPU disebutkan, Terdakwa Agus pertama kali memeras Annisa Nur Aziziyah Waluyo dan Alfiansyah Dhiya Ulhaq di area parkir Ranch Market Jalan Yono Suwono, Babatan, Wiyung pada 24 Agustus lalu. Terdakwa Agus menggedor-gedor kaca mobil yang dikendarai kedua perempuan tersebut. Terdakwa meminta uang dengan alasan untuk biaya sekolah anaknya.

Annisa yang ketakutan memberikan Rp 40 ribu. Namun, Agus yang merasa pemberian itu kurang menggedor-gedor kembali kaca mobil sembari menunjukkan alat kelaminnya. “Membuat kedua saksi korban merasa ketakutan dan berusaha pergi dengan mengendarai mobilnya,” kata hakim Taufik dalam putusannya.

Pada hari yang sama, terdakwa juga memeras Ogi Kiki Meiyanto saat mobil yang dikendarai perempuan tersebut berhenti di perempatan lampu lalulintas depan Royal Residence Jalan Raya Babatan. Terdakwa menggedor-gedor kaca mobil dan meminta uang untuk biaya anak sekolah. Dia mengancam jika tidak diberi akan mengeluarkan alat kelaminnya. Kiki yang ketakutan memberikan uang Rp 360 ribu.

Dua hari kemudian, terdakwa Agus kembali mengulangi perbuatannya kepada Annisa yang berbelanja di supermarket yang sama. Annisa yang sudah mengenal Agus langsung kabur dengan mobilnya. Terdakwa Agus mengejar dengan sepeda motornya. Sesampainya di depan Rumah Sakit National Hospital, terdakwa mencegat mobil korban.

Korban Annisa melaporkan kepada sekuriti Plaza Graha Family Yayak Yogi Saputro yang kemudian memantau gerak-gerik Agus. Terdakwa Agus akhirnya ditangkap setelah mengulangi perbuatannya kepada Annisa. Dia diserahkan ke polisi.

Agus sudah memeras dengan mengancam menunjukkan alat kelaminnya kepada perempuan pengendara mobil sejak empat bulan sebelumnya. Dia beraksi di kawasan Jalan HR Muhammad, Mayjen Sungkono, Jalan Lidah Kulon, Jalan Kutai dan Jalan Raya Babatan. Dalam sehari dia bisa mendapatkan Rp 450 ribu. [uci/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk