Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tunggu Hasil Pemeriksaan Kejiwaan, Polisi Tetap Tangani Kasus Anak Bunuh Bapak Kandung di Malang

Malang (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal Polres Malang masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan terhadap Budi Cahyono atau Hudi (37), pelaku yang tetap membunuh ayah kandungnya sendiri, Suradi (65) warga Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Rabu (5/1/2021) kemarin.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi mengatakan, tersangka Hudi saat ini sudah menjalani pemeriksaan kejiwaan di RSJ Lawang.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan oleh psikiater di RSJ Lawang. Dari hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan kita lakukan gelar perkara,” ungkap Donny, Kamis (6/1/2022) pada wartawan di ruang kerjanya.

Kata Donny, untuk perkembangan penanganan korban luka luka, kakak kandung pelaku yang juga terkena sabetan sabit kini dalam kondisi membaik. “Korban luka yakni atas nama Ponimi, kakak perempuan tersangka luka di jari tangan. Saat ini sudah membaik dan di perbolehkan pulang ke rumah,” ujar Donny.

Donny melanjutkan, korban luka atas nama Ponimi adalah saksi kunci dalam kasus pembunuhan. Hanya saja, pihaknya masih belum melakukan pemeriksaan atau memintai keterangan pada korban dikarenakan mengalami keterbatasan komunikasi.

“Saksi kunci ini belum kami mintai keterangan. Karena mengalami keterbatasan komunikasi (Tuna Rungu dan Wicara-red). Kami masih menunggu sampai benar-benar yang bersangkutan bisa kita mintai keterangan. Kita juga akan libatkan tim ahli bahasa karena yang bersangkutan tidak bisa berkomunikasi secara normal,” bebernya.

Donny menambahkan, pelaku pembunuhan ini memang terindikasi mengalami gangguan jiwa. Karena beberapa waktu sebelum kejadian, sempat di datangi tim medis dari Puskesmas. “Saat didatangi tim medis ketika itu, yang bersangkutan ini malah melarikan diri. Indikasi gangguan kejiwaan ini sudah ada sejak satu tahun lalu semenjak pelaku kehilangan pekerjaan,” tegasnya.

Masih kata Donny, kalau memang hasil dari pemeriksaan kejiwaan pelaku terbukti mengalami gangguan jiwa, tetap akan dilakukan gelar perkara.

“Kita butuh hasil medis dari tim kejiwaan RSJ Lawang. Karena kalau dipaksakan kita lakukan pemeriksaan dan penahanan, sangat beresiko terhadap petugas dan tahanan lain. Karena waktu kita amankan, tersangka ini mengamuk. Hanya saja untuk proses huknya tetap berjalan. Karena kejiwaan ini kan suatu saat juga bisa pulih. Jadi tidak menggugurkan proses hukum yang kita tangani,” Donny mengakhiri. (yog/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar