Hukum & Kriminal

Tukang Servis Kulkas Cabuli Bocah 4 Tahun Tetangga Kos

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander saat merilis pelaku pencabulan di Mapolres Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com) – Aksi bejat dilakukan warga Desa Warugunung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Pelaku yang merupakan tukang servis kulkas tersebut tega mencabuli korban yang masih berumur 4 tahun yang merupakan tetangganya kos.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, aksi bejat Akhmad Suprianto (38) tersebut dilakukan pada, Jumat (13/11/2020) lalu. “Aksi pencabulan yang dilakukan pelaku terhadap bocah 4 tahun yang merupakan tetangganya sendiri,” ungkapnya, Senin (4/1/2021).

Aksi bejat pelaku bermula seringnya melihat korban bermain di warung depan rumah kos pelaku. Saat melihat keluarga korban keluar, lanjut Kapolres, korban diajak ke rumah terjadilah aksi pencabulan. Di hadapan penyidik, pelaku mengaku baru satu kali melakukan aksinya tersebut.

“Pelaku mengaku melakukan satu kali, namun masih dilakukan penyelidikan. Pelaku mengakui perbuatannya, kita masih berkoordinasi dengan Kejaksaan terkait teknis pengkibiran dikaitkan apa tidak, namun proses hukum sudah ditanggani secara transparan,” katanya.

Kapolres meminta agar masyarakat khususnya di wilayah hukum Polres Mojokerto untuk menjaga putra-putrinya dari aksi kejahatan anak yang bersifat pedofil. Yakni pelaku yang mengidap gangguan seksual berupa nafsu seksual terhadap anak-anak atau remaja berusia di bawah 14 tahun.

Pelaku, Akhmad Suprianto (38) mengaku, jika korban sering diajak orang tuanya ke rumah kos miliknya untuk servis kulkas. “Saya servis kulkas di rumah, bapaknya sering ke rumah dengan anaknya. Tidak dikasih apa-apa. Bermain saat sendiri diajak. Tidak tahu, tidak sadar. Hubungan sama istri masih baik-baik saja,” tegasnya.

Dari aksi pencabulan tersebut diamankan barang bukti berupa satu potong baju terusan warna hitam motif batik, satu potong celana dalam warna merah dan satu potong kaos salam warna merah muda. Pelaku dijerat Pasal 82 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2013 dengan ancaman pidana 5 tahun sabar maksimal 15 tahun. [tin/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar