Hukum & Kriminal

Tukang Pijat Minta Teratai Buka CD Tapi Itunya Turut Dimasukkan

Pelaku tukang pijat yang mencabuli wanita 18 tahun hanya tertunduk saat gelar perkara di Mapolsek Sukolilo Surabaya, Kamis (23/7/2020). (Manik Prito Prabowo).

Surabaya (beritajatim.com) – Merasa sakit perut, Teratai (bukan nama sebenarnya) mengeluh pada suaminya, MYT (30). Istri siri berusia 18 tahun ini lalu diantarkan ke tukang pijat yang tidak jauh dari rumah, yaitu Dwi Apriyanto (40) di Jl. Keputih Timur I/87, Surabaya.

Selasa sore (21/7/ 2020), pasangan muda itu ke rumah Dwi. Sesampai di sana, Teratai disuruh masuk ke kamar. Sedangkan MYT menunggu di luar kamar.

Semula tidak ada yang mencurigakan. Dwi memijat bagian-bagian tubuh Teratai untuk menyembuhkan sakit. Tetapi lalu ada permintaan yang agak aneh.

“Selanjutnya korban disuruh membuka celana dalamnya dan memakai sarung. Sampai akhirnya kaki korban ditekuk dan dipijat. Tapi tak disangka ternyata pelaku (tukang pijat.red) ini buka celana juga dan dimasukkan itunya pelaku ke milik korban,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sukolilo Iptu Abidin dalam gelar perkara di Mapolsek Sukolilo Surabaya, Kamis (23/7/2020).

Sontak Teratai merasa kaget. Juga merasa sakit. Dia hendak berteriak. Namun Dwi dengan cepat membekap mulut Teratai. Sambil menikmati, pelaku akhirnya tak tahankan diri dan mencapai ‘puncak’.

Karena mendengar suara istri yang mencurigakan, suami Teratai pun nekat masuk ke kamar. Sampai akhirnya melihat ukang pijat ini dalam kondisi layaknya pasutri resmi beradegan dewasa. Tak terima, korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukolilo.

“Pelaku ini tukang pijat keliling selama 9 tahun mengaku bisa memijat bagian perut yang sakit. Tapi kejadian pencabulan tersebut sudah dilaporkan dan kita tangani. Pelaku akan dijerat UU tindak pidana pencabulan,” pungkasnya. [man/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar