Hukum & Kriminal

Tukang Ojol dan Petani Berkomplot Palsukan Uang Rp 1,5 Juta

AKBP Alfian Nurrizal bersama tersangka pemalsuan uang.

Jember (beritajatim.com) – Tiga orang warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, memalsukan uang senilai Rp 1,5 juta. Salah satunya masih diburu. Dua orang yang berhasil dibekuk polisi adalah pria berinisial M (39), tukang ojek online warga Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, dan P (43), petani warga Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah. Satu orang yang masih buron berinisial A.

“M mendapatkan uang palsu Rp 1,5 juta dari A dengan imbalan Rp 500 ribu. Sementara P mendapatkan Rp 1,5 juta dari M dengan perbandingan satu banding dua. Dengan membeli sebesar Rp 750 ribu, keuntungan M Rp 250 ribu,” kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Alfian Nurrizal, Senin (6/1/2020).

Uang palsu itu sebanyak 30 lembar dengan pecahan Rp 50 ribu. Dua tersangka ditangkap di warung kopi di Kecamatan Wuluhan. M adalah residivis kejahatan uang palsu yang sempat menjalani hukuman penjara tiga tahun di lembaga pemasyarakatan di Bali.

Uang palsu diproduksi A. “Kami belum tahu pencetakan uang palsu di mana. Kami tangkap dulu tersangka A,” kata Alfian. Alfian berharap agar warga waspada terhadap peredaran uang palsu dengan melihat, meraba, menerawang. “Dirasakan ada perbedaan dari nomor seri, ketebalan kertas, kasar dan halus,” katanya. (wir/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar