Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tukang Las di Surabaya Jadi Kurir Narkoba

Kapolsek Krembangan Kompol Redik didampingi Kasat Reskrim Iptu Evan saat menunjukkan barang bukti dan tersangka

Surabaya (beritajatim.com) – Heri Susanto (41) tukang las yang tinggal kos di Jl Petemon Kuburan, Surabaya, harus merasakan dinginnya sel penjara. Itu setelah dirinya ditangkap Unit Reskrim Polsek Krembangan, karena nyambi jadi kurir Narkoba, Senin (27/9/2021) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolsek Krembangan Kompol Redik Tribawanto dalam jumpa pers mengatakan, HS ditangkap karena menyimpan sabu seberat 3 ons, ekstasi 9 butir dan 23.000 pil koplo.

Dari hasil penyidikan, 3 macam Narkoba itu didapat dari JB dan HF (DPO/daftar pencarian orang) yang ditemui pada Agustus 2021 di salah satu Warkop Jl Simo, Surabaya. Kemudian, oleh JB dan HF, tersangka dijadikan sebagai kurir Narkoba.

Dalam teknisnya, Heri hanya melaksanakan perintah dari dua DPO tersebut terkait pemasangan ranjau kepada pemesan. “HS ini disuruh JB dan HF melalui telepon untuk menentukan tempat pasang ranjau. Ada 3 tempat, di Margorejo, Kletek dan Jalan Arjuna,” katanya, Rabu (6/10/2021) siang.

Kompol Redik menambahkan, Heri sudah 7 bulan nyambi jadi kurir Narkoba. Selama 7 bulan tersebut, dia berpetualang memasang ranjau sudah 10 kali. “Jadi dia selalu di tempat yang sama. Terima barang di tiga tempat tersebut, kemudian kirim barang juga ranjau di tempat yang sama lagi,” tambah dia.

Disinggung soal sasaran penjualan, Kompol Redik belum mengetahui. Sebab, Heri hanya diperintah saja oleh JB dan HF melalui ponsel untuk meranjau barang, tanpa mengetahui siapa pembelinya. “Konsumennya siapa dan dari kalangan usia berapa ini belum diketahui, karena tersangka hanya mengambil dan mengirim barang, itu pun sistemnya ranjau. Tanpa tahu konsumennya,” paparnya.

Sejumlah barang bukti yang disita polisi

Sementara tersangka Heri mdngungkapkan, nekat nyambi jadi kurir karena dihimpit kebutuhan ekonomi. Dia tergiur melakoni bisnis ini karena satu kali pengiriman dapat upah Rp 500 ribu. “Satu kali pengiriman dapat Rp 500 ribu. Hubungan saya dengan mereka (JB dan HF) awalnya dari kenalan. Hanya satu kali bertemu, kalau komunikasi ya lewat telpon saja,” terangnya dengan tegas dan lancar.

Dari tangan Heri, polisi mengamankan barang bukti sabu 11 poket dengan total keseluruhan seberat 302,19 gram, 9 butik ekstasi, 23 botol berisi 23.000 pil koplo double L dengan masing-masing botol berisi 1.000 butir, 1 buah timbangan digital, 30 klip kosong, 2 buah ponsel dan uang tunai Rp 500 ribu.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 112 Ayat (2) dan pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. [ang/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar