Hukum & Kriminal

Triwulan Pertama, Polres Ponorogo Amankan 27.610 butir Pil Koplo

Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto saat menunjukan beberapa barang bukti.(foto /Endra Dwiono)

Ponorogo (beritajatim.com) – Komitmen berperang terhadap narkoba terus dilakukan oleh kepolisian di Bumi Reyog. Dalam kurun waktu Januari hingga pertengahan Maret 2020 ini, Satnarkoba Polres Ponorogo berhasil mengamankan 27.610 butir pil dobel L.

Selain dari satnarkoba sendiri, barang haram tersebut juga merupakan hasil tangkapan dari beberapa polsek. Yakni Polsek Sambit, Sumoroto, Sawoo, Sampung, Ponorogo dan Mlarak. Selain pil dobel L, polisi juga ikut mengamankan 1,66 gram shabu dan 21 liter minuman keras jenis arak jowo. “Dari puluhan ribu butir pil dobel L yang diamankan itu, kami menangkap 19 tersangka,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Arief Fitrianto, Kamis (12/3/2020).

Dari 19 tersangka itu, kata Arief sebagian besar dari mereka merupakan residivis dengan kasus yang sama. Setelah keluar dari lapas, mereka kembali bisnis haram tersebut. “Mereka ini jaringan lama, mendapat pil dobel L itu dari daerah Jombang. Saat ini kami masih melakukan pengembangan terkait pemasok pil dobel L tersebut,” katanya.

Sementara itu, Fuad Ainuddin (32), satu dari 19 tersangka itu mengaku menjual pil dobel L itu sudah setahun lebih. Dia menjual 3 butir pil dobel L dengan harga Rp 10 ribu. Dia membeli pil tersebut dari seseorang yang tinggal di Jombang. Setiap penjualan 1000 butir pil dobel L, Fuad mendapatkan keuntungan sekitar Rp 700 ribu. “Menurut pengakuan pelaku, pil tersebut dijual kelada teman-temannya melalui aplikasi pesan WA,” katanaya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, 19 tersangka pengedar pil dobel L dijerat dengan pasal 196 UU RI No.36 Tahun 2005 tentang kesehatan. Yakni setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau memgedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar dan/ atau persyaratan keamanan akan dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda uang senilai Rp 1 miliar. “Narkoba ini bisa saja menyasar kepada pelajar. Oleh sebab itu kami menghimbau orangtua untuk selalu memantau pergaulan sang anak,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar