Hukum & Kriminal

Transaksi Narkoba Bikin Ranjau di Kawasan Islamic Centre Dukuh Kupang Surabaya.

FM tersangka pengedar narkoba saat dilakukan gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Senin (12/9/2019).(manik pb)

Surabaya, (beritajatim.com)- Tak kapok dihukum ringan kasus narkoba, FM alias Fahrizal (38) warga Kabupaten Gresik kembali ke penjara pada kasus Serupa.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya, AKP Heru Dwi Purnama saat gelar kasus narkoba di Markas Polrestabes Surabaya, Senin (12/8/2019).

“Ini merupakan tersangka residifis pada kasus narkiba di tahun 2016 lalu. FM pada kasus narkiba kedua ini membuat modus operansi unik saat transaksi narkoba,” jelasnya sembari introgasi pelaku.

“Transaksinya memakai modus ranjau. Ada plastik dan narkoba taruh di dalamnya lalu dibuang kawasan Islamic Centre Dukuh Kupang,” lanjutnya.

Ranjau sendiri merupakan modus operandi transaksi narkoba yang diletakkan dengan cara tersembunyi atau membuang di tempat tertentu layaknya sampah.

“Hanya pembeli dan bandar narkoba yang tau transaksi ini. Jadi orang awam melihat kayak buang sampah sembarangan,” papar AKP Heru Dwi.

Menurut keterangan petugas, saat penangkapakan petugas terpaksa harus mengejar pelaku ke daerah Makam Pahlawan, Kabupaten Gersik.

Saat ditangkap, pelaku diketahui tak membawa barang haram tersebut. Hanya saja, dari hasil penggeledaha rumah tersangka yang tak jauh dari tempat penangkapan, petugas menemukan narkoba jenis sabu, timbangan elektrik, dan plastik.

Dari penangkapan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti seperti narkoba seberat 55 gram lebih sahu-sabu. Selain itu, tersangka juga dijerat UU penyalahgunaan narkoba dengan pasal 114 JO 112.(man/ted)

 

Apa Reaksi Anda?

Komentar