Hukum & Kriminal

Transaksi COD, HP dan Motor Dirampas Orang Tak Dikenal

TKP COD bawah Jembatan Layang Jenggolo

Sidoarjo (beritajatim.com) – Mungkin ini pelajaran bagi semuanya yang sering melakukan transaksi Cash On Delivery (COD). Bisa jadi COD adalah modus para penjahat untuk mencari mangsa.

Seperti yang dialami korban Rosidin Rahmatullah (19) dan Dimas (19), warga Gisik RT 01/RW 03 Kelurahan Wirobiting Kecamatan Prambon. Dia harus kehilangan HP dan motor yang dibawanya saat jual beli handphone (Hp) model COD, di depan SMKN 3 Buduran.

Informasi beritajatim.com menyebutkan, kasus berujung perampasan itu berawal korban Rosidin Rahmatullah bersama Dimas Abdul Rohman akan membeli Hp Xiaomi 4A secara COD.

Ia tertarik dengan Hp yang dijual melalui grup jual beli Hp di facebook seharga Rp 600 ribu. Lantaran sudah sepakat COD dan ketemuan di depan SMKN 3 Buduran, korban dan temannya menuju ke Jl. Jenggolo, Buduran.

Saat itu, korban dan temannya berangkat mengendarai sepeda motor Honda Beat Nopol W 6643 OE. Namun tak lama, ada dua orang laki-laki datang mengendarai motor. Mereka menuduh korban telah membawa kabur adik perempuan pelaku.

“Saat itu saya dibawa oleh salah satu orang untuk dipertemukan dengan adiknya,” kata Rosidin, Jumat (19/6/2020).

Korban dibawa dengan mengendarai sepeda motor Yamaha NMax warna putih hitam. Namun saat dalam perjalanan, korban justru diturunkan oleh pelaku di depan Posko Kampung Tangguh Desa Kemiri Kelurahan Sidoarjo.

Kemudian pelaku kembali ke depan SMKN 3 Sidoarjo dan membawa teman korban yang Bernama Dimas dengan mengendarai sepeda motor milik korban.

Saat itu, pelaku beralasan agar teman korban dapat bertemu dengan orang tua pelaku. Tapi justru diturunkan oleh pelaku di depan lapangan Futsal Jalan Kesatria Desa Sidokerto, Buduran.

Sebelum kabur, pelaku merampas Hp korban merk Realme C-1 milik saksi Dimas Abdul Rohmam dengan alasan sebagai barang bukti.

Saat itulah, pelaku justru membawa kabur sepeda motor milik korban dan hand phone milik teman korban.
Akibatnya korban mengalami kerugian sebesar Rp 8 juta dan teman korban mengalami kerugian sebesar Rp 1,1 juta.

Terpisah, Kasubbag Humas Polresta Sidoarjo, Ipda Tri Novi Handono membenarkan kejadian tersebut. Korban juga sudah melapor ke Mapolresta Sidoarjo. “Kedua korban sudah melapor, sekarang masih proses lidik,” terang Tri. [isa/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar