Hukum & Kriminal

Topi Tertinggal, Jambret Biasa Mangkal di Kawasan NIP Ngoro Diamankan

Mojokerto (beritajatim.com) – Anggota Unit Reskrim Polsek Ngoro berhasil mengamankan pelaku penjambretan di kawasan Ngoro Industri Persada (NIP), Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Pelaku mengaku sudah beraksi lebih dari lima kali di wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Kanit Reskrim Polsek Ngoro, Ipda Selimat mengatakan, aksi pelaku dilakukan pada, Jumat (19/4/2019) sekira pukul 13.30 WIB di Kawasan NIP tepatnya di Jalan Raya Barat PT Roman Keramik.

“Pelaku atas nama Masyafiq Fatwa, 31 tahun warga Desa Wonosari, Ngoro,” ungkapnya, Sabtu (4/5/2019).

Pelaku membuntuti korban, Deeny Musfiroh warga Desa Sugih Waras RT 24 RW 6, Kecamatan Maospati, Kabupaten Magetan.

Saat berkendara di jalanan sepi kemudian pelaku menarik tas punggung korban secara paksa hingga tali tas putus dan pelaku berhasil membawa kabur barang-barang milik korban.

“Setelah mendapatkan laporan dari korban, anggota langsung melakukan penyelidikan terhadap ciri ciri orang yang biasanya sering berada di kawasan NIP. Yakni menggunakan sepeda motor Honda Scoopy warna merah dan menggunakan topi warna hitam kombinasi merah,” katanya.

Saat aksi penjambretan yang dialami korban, lanjut Kanit, topi milik pelaku tersebut tertinggal di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan akhirnya mengarah ke pelaku dan pelaku berhasil diamankan pada, Sabtu (27/4/2019) sekira pukul 20.30 WIB.

“Pelaku diamankan di depan minimarket di Ngoro setelah dilakukan pembuntutan. Saat pelaku dibuntuti, pelaku berhenti di depan minimarket Ngoro,┬ásetelah dilakukan penggeledahan badan dan penggeledahan di rumah pelaku, anggota menemukan barang bukti HP dan berbagai kartu identitas milik korban,” ujarnya.

Pelaku dan barang bukti satu buah Handphone (HP) merk Samsung type J7 warna putih, satu potong tali tas perempuan milik korban, satu buah topi warna hitam milik pelaku yang tertinggal di TKP dan sepeda motor Honda Scoopy nopol 2 2615 PR warna merah diamankan ke Polsek Ngoro guna proses penyidikan lebih lanjut.

“Dari hasil pengembangan,┬ápelaku mengakui pernah melakukan perampasan di tempat lainnya di wilayah Kecamatan Ngoro sebanyak 5 TKP. Pelaku dijerat Pasal 365 ayat (1) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan,” jelasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar