Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tolak HGU PT MDP, Warga Lereng Kelud Lari ke BPN Jatim

Warga Dusun Mangli demo di depan Kantor BPN Kabupaten Kediri, pada Senin (23/5/2022).

Kediri (beritajatim.com) – Warga lereng Gunung Kelud di Dusun Mangli, Desa Puncu, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri terus berjuang menolak pengajuan kembali Hak Guna Usaha (HGU) PT Mangli Dian Perkasa (MDP).

Usai berunjuk rasa di depan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri, mereka mendatangi ke Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur.

Ketua Paguyuban Mangli Bersatu Sasmito mengakui pergi ke BPN Jatim untuk meneruskan perjuangannya. Mereka memberikan fakta-fakta tentang alasan penolakan HGU itu.

“Kami datang ke BPN Provinsi Jawa Timur untuk bertemu dengan kepala BPN. Kami melakukan koordinasi dan menyampaikan beberapa hal tentang penolakan HGU PT Mangli Dian Perkasa,” kata Sasmito melalui sambungan telepon.

Warga Dusun Mangli menolak pengajuan HGU karena alasan pihak perusahaan diduga telah menyalahgunakan izin tersebut. Caranya dengan praktek dugaan sewa kembali lahan HGU kepada pihak ketiga serta penambangan pasir dan batu.

Menurut Sasmito, warga setempat juga berhak terhadap 20 persen lahan HGU atau sekitar 60 hektar sesuai amanah dari Peraturan Presiden Nomor 86 Tahun 2018 tentang Reforma Agraria. Kenyataannya hak masyarakat itu, imbuh Sasmito, tidak diberikan, malahan warga yang ingin menggarap wajib untuk menyewa kepada perusahaan.

Disisi lain, PT MDP hingga kini belum dapat dikonfirmasi. Dihubungi melalui nomor telepon kantor (0354 – 4394XXX) tidak ada jawaban.

Sebelumnya, puluhan warga Dusun Mangli yang mengatasnamakan dirinya Paguyuban Mangli Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor BPN Kabupaten Kediri, pada Senin (23/5/2022). Mereka menyuarakan aksi penolakan terhadap perpanjangan HGU PT MDP.

Perusahaan swasta yang bergerak pada perkebunan kopi tersebut telah lama menguasai lahan seluas 350 hektar di Lereng Gunung Kelud melalui izin HGU. Tetapi menurut warga, izin yang berdurasi sekitar 25 tahun tersebut telah berakhir dan kini dalam proses perpanjangan. [nm/ted]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar