Hukum & Kriminal

Tokek Seharga Rp 16 Juta Antar Pria di Malang Masuk Bui

Gara-gara tokek, Bambang Suryanto, warga Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, justru masuk bui, Rabu (18/9/2019).

Malang (beritajatim.com) – Gara-gara tokek, Bambang Suryanto, warga Desa Slamet, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, justru masuk bui.

Pria berusia 40 tahun ini ditangkap Polisi. Pasalnya, maksud hati menagih uang muka pembayaran jual beli tokek seharga Rp 16 juta, Bambang justru membawa pedang saat menagih uang tokek.

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah menerangkan kejadian terjadi di rumah Aly Slamet yang tak jauh dari rumah tersangka, pada Minggu (25/8/2019) lalu.

“Pelaku mendatangi rumah korban dengan maksud untuk menagih uang muka pembelian binatang tokek sebesar Rp 16 juta,” ungkap Ainun, Rabu (18/9/2019).

Ainun menjelaskan, korban kemudian didesak oleh pelaku untuk segera membayar uang muka. Pelaku terlanjur emosi mendengar alasan korban menyikapi pembayaran yang berbelit-belit. Tanpa pikir panjang, pelaku mencakar tangan kanan korban hingga lecet.

“Pada saat menagih tersebut pelapor malah ditakut takuti oleh terlapor dengan menggunakan senjata tajam jenis pedang,” kata Ainun.

Menurut Ainun, setelah terlapor mencakar pada bagian tangan kanan korban, terlapor juga merusak HP Samsung J5 Pro milik korban.

“HP milik korban juga dirusak terlapor menggunakan pedang,” jelas mantan Kasat Binmas Polres Malang ini.

Merasa dirugikan, korban akhirnya melapor ke petugas Polsek Tumpang. Hingga akhirnya petugas meringkus tersangka di rumahnya pada, Selasa (17/9/2019). Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 KUHP

“Dari tangan tersangka, kami mengamankan satu bilah senjata tajam jenis pedang berikut rangkanya,” Ainun mengakhiri. (yog/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar