Hukum & Kriminal

TMMD ke-110 Kodam V/Brawijaya, Pengabdian di Tengah Pandemi

Kapendam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi

Surabaya (beritajatim.com) – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 di Jatim tetap dilaksanakan di tengah suasana pandemi Covid-19. Program ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. TMMD yang digelar lima daerah di wilayah teritorial Kodam V/Brawijaya itu juga dinilai mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat.

Selain Kodam V/Brawijaya yang diterjunkan dalam kegiatan TMMD, juga melibatkan personel Polri, Pemda, tokoh masyarakat hingga tokoh agama.

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Kolonel Arm Imam Haryadi menjelaskan, jika beberapa titik lokasi ditetapkan menjadi sasaran TMMD, di antaranya Jember, Bondowoso, Pacitan, Sumenep dan Bojonegoro.

“Dalam pelaksanaannya, TMMD ini mengutamakan semangat gotong-royong. Sehingga, pengerjaan pembangunan fisik bisa rampung sesuai batas waktu yang sudah ditentukan. Kegiatan itu berlangsung mulai tanggal 2 sampai 31 Maret,” katanya.

Imam menjelaskan, adanya kegiatan TMMD di Bojonegoro, tepatnya di Dusun Nglambangan, Desa Ngrancang, Kecamatan Tambakrejo, membuktikan Satgas TMMD mampu menjawab berbagai keluhan warga di tengah pandemi.

Pengerjaan normalisasi sungai di Desa Ngrancang, kata dia, memberikan solusi tersendiri bagi warga sekitar. Pasalnya, musim penghujan seakan menjadi keluhan tersendiri bagi para petani. “Ini karena terjadi luapan sungai yang berimbas pada lahan pertanian warga. Tanaman padi rusak dan mengakibatkan petani gagal panen,” ungkapnya.

Kegiatan TMMD ke-110, Wujud Kemanunggalan TNI bersama Rakyat

Kapendam menjelaskan, terdapat hal terpenting selama program TMMD itu berjalan ialah mengajarkan arti jati diri TNI adalah tentara rakyat. Kemanunggalan TNI bersama rakyat menjadi titik fokus utama pelaksanaan program TMMD di berbagai daerah di Jawa Timur saat ini.

Ia mencontohkan, seperti yang terjadi pada pelaksanaan TMMD di wilayah Kodim Sumenep. Gotong-royong antara TNI dan warga di Desa Dasuk Laok, Kecamatan Dasuk mulai terjalin. Ini membuktikan, jika kemanunggalan antara TNI dan rakyat berhasil diwujudkan oleh Satgas TMMD Kodim setempat.

“Ketika membantu menyelesaikan proses pembangunan jalan, TNI dan warga terlihat saling bahu-membahu. Semua antusias dan memiliki cita-cita yang sama, yaitu ingin desa itu berkembang,” tukasnya.

Setiap kegiatan yang berjalan selama TMMD berlangsung, tak luput dari adanya disiplin penerapan protokol kesehatan. Bahkan, beberapa posko Covid-19 didirikan di beberapa titik lokasi.

Petugas kesehatan bersiaga 24 jam untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan warga dan TNI. Mereka juga mensosialisasikan adanya protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh warga.

Sementara itu, apresiasi positif diberikan oleh Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah. Ditemui usai upacara pembukaan TMMD beberapa waktu lalu, ia meyakini jika adanya program tersebut, mampu membantu pihak Pemda, terlebih memajukan perekonomian masyarakat. Bahkan, ia mengungkapkan jika selama ini kemanunggalan antara TNI dan rakyat di Bojonegoro, sudah terjalin dengan baik.

“Dasar itulah yang mampu mensukseskan adanya TMMD di Bojonegoro. Semuanya bersatu-padu demi memajukan desa tertinggal,” tuturnya. [tok/but]

 

 



Apa Reaksi Anda?

Komentar