Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tipu Warga Jambangan Surabaya, Warga Gresik Dilaporkan ke Polisi

M.Ari Setiawan (32) terpaksa meringkuk di penjara. Warga asal Jalan Gubernur Suryo 8 Gresik

Gresik (beritajatim.com)– M.Ari Setiawan (32) terpaksa meringkuk di penjara. Warga asal Jalan Gubernur Suryo 8 Gresik itu yang juga berprofesi sebagai montir bengkel melakukan penipuan terhadap Endy Susilo (40) warga Jambangan IV Surabaya karena mobilnya malah mengalami kerusakan parah.

Kasus penipuan ini, bermula M.Ari Setiawan yang bekerja di bengkel mobil Karya Agung di Jalan Raya Samir Plapan 80 Duduksampeyan, Gresik. Saat itu, dirinya menerima order melakukan pembelian spare part mobil pick up L 300 L 83337 BX.

Atas saran pelaku, korban (M.Ari Setiawan) diminta menyetorkan uang sebesar Rp 3,7 juta untuk membeli perlengkapan spare part mobil. Oleh korban kemudian disanggupi dengan membayar tunai. Pasalnya, pelaku mengaku semua komponen mobil diganti semua.

Setelah mendapatkan uang dari korban, pelaku malah tidak membeli kebutuhan spare part. Sebaliknya malah dipakai buat keuntungan sendiri. Sebab, setelah dicek lagi ternyata korban ditipu karena spare part yang dijanjikan tidak dipasang. Mobil yang diservis malah mengalami kerusakan.Merasa ditipu, akhirnya korban melaporkan penipuan ini ke Polsek Duduksampeyan.

“Uang tersebut tidak dipergunakan untuk melakukan pembelian spare part melainkan dipakai untuk keuntungan pribadi. Sedangkan mobil pick up L 300 Nopol L 83337 BX hanya disetel gas dan dibersihkan mesinnya. Setelah itu tersangka melaporkan bahwa alat sudah terpasang kepada korban,” kata Kapolsek Duduksampeyan AKP Bambang Angkasa, Kamis (21/04/2022).

Masih menurut Bambang, akibat penipuan. Korban melakukan perbaikan total terhadap mobilnya dengan menanggung biaya perbaikan sebesar Rp 12 juta

“Usai korban melapor kasus ini. Kami menindaklanjuti dengan menangkap tersangka di tempat kosnya di Desa Peganden, Kecamatan Manyar. Guna menjalani proses pemeriksaan dan penyidikan,” ujarnya.

Baca Juga:

    Perwira pertama Polri itu, juga menyita satu lembar nota perbaikan mobil pick Up L 300 Nopol L 8337 BX senilai Rp 12 juta. Serta surat pernyataan kesanggupan untuk mengganti kerugian yang telah dialami oleh bengkel Karya Agung.

    “Pelaku melakukan perbuatan tersebut sudah direncanakan karena terdesak kebutuhan hidup. Dia mengakui perbuatannya karena pernah melakukan penggelapan mobil dan pelaku dijerat pasal penipuan 378 dan 372 KUHP,” kata Bambang.

    Sementara pelaku M. Ari Setiawan menuturkan, dirinya melakukan penipuan berdalih karena terdesak kebutuhan sehari-hari. Padahal, dirinya sebelumnya juga pernah melakukan hal yang sama.

    “Saya kapok pak tidak melakukan tindakan ini lagi dan terpaksa berlebaran di penjara,” pungkasnya. (dny/ted)


    Apa Reaksi Anda?

    Komentar