Hukum & Kriminal

Tipu Warga dengan Modus Memasukkan Kerja, Polisi Ringkus Pria Ini

Kapolres Tuban menunjukkan barang bukti penipuan dengan modus bisa memasukkan tenaga kerja

Tuban (beritajatim.com) – Seorang pemuda dibekuk petugas kepolisian dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban setelah melakukan penipuan dengan modus menawarkan jasa bisa memasukkan korbannya ke perusahaan proyek yang ada di Bojonegoro, Rabu (30/10/2019).

Pelaku penipuan dengan modus tenaga kerja yang menghasilkan puluhan juta itu diketahui bernama Eko Budiono (29), warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dalam kasus itu, Eko Budiono telah berhasil melakukan penipuan sebanyak lima korban yang semuanya merupakan warga Desa Pakel, Kecamatan Montong, Tuban.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, aksi penipuan yang dilakukan oleh Eko itu sudah dilakukan pada pertengahan bulan Agustus 2019 lalu. Yang mana pelaku itu mendatangi para korban dengan menjanjikan bisa memasukkan kerja di proyek Pertamina di Bojonegoro.

“Modusnya pelaku ini mengaku sebagai pegawai Humas di Pertamina. Dan bisa memasukkan calon karyawan dengan imbalan uang,” terang AKBP Nanang Haryono, Kapolres Tuban saat berada di depan para wartawan.

Barang bukti ID Card Palsu yang digunakan pelaku meyakinkan korbanya

Untuk mencari korban, pelaku itu mendatangi langsung ke rumah-rumah korban sebanyak lima orang yang ada di Desa Pakel, Kecamatan Montong, Tuban itu. Eko sendiri merayu para warga itu bahwa ia bisa memasukkan mereka bekerja di proyek Pertamina.

“Untuk korban yang sudah melaporkan ini ada lima orang. Pelaku meminta uang kepada masing-masing korban itu sebesar Rp 5 juta,” papar Kapolres Tuban.

Ketika semua sudah membayarkan uang kepada pelaku itu, para korban itu kemudian masih menunggu janji pelaku untuk memberikan pekerjaan kepada para korban itu. Namun, setelah lama tidak kunjung ada kejelasan, para korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian Polres Tuban.

“Barang bukti yang diamankan diantaranya adalah baju-baju pelaku, kemudian tanda pengenal yang digunakan sebagai meyakinkan korban. Untuk uang yang diamankan sebesar delapan juta sembilan ratus ribu rupiah, berserta dengan kwitansi penyerahan uang dan juga bukti transfer,” ungkap AKBP Nanang Haryono.

Sementara itu, petugas dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban masih melakukan pengembangan lebih lanjut atas kasus penipuan tersebut. Kapolres Tuban sendiri meminta kepada warga masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati dengan modus penipuan seperti lowongan pekerjaan dengan membayar sejumlah uang itu.[mut/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar