Hukum & Kriminal

Tipu Puluhan Naker, Warga Desa Roomo Gresik Ditahan

Petugas Polsek Manyar, Gresik mengamankan pelaku penipuan tenaga kerja

Gresik (beritajatim.com) – Tersangka kasus penipuan tenaga kerja (Naker) Putra Aderiyanto (32) hanya bisa meretapi penyelasannya dibalik jeruji penjara. Warga asal Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik tersebut ditahan di Polsek Manyar karena terbukti menipu puluhan tenaga kerja. Dari hasil menipu tersebut, pria yang berperawakan kecil ini meraup uang jutaan rupiah.

Kapolsek Manyar, Iptu Bima Sakti Pria Laksana menuturkan tersangka Putra Aderiyanto diamankan anggotanya di rumahnya usai menerima laporan dari para korbannya. “Kami mengamankan tersangka karena telah menipu berulang kali,” tuturnya, Rabu (10/03/2021).

Masih menurut Bima Sakti, tersangka sebetulnya sudah berhenti bekerja sejak tahun 2019. Kemudian melakukan penipuan kepada para pencari kerja dengan meminta uang.

“Modusnya tersangka mengaku sebagai karyawan PT Ume Sembada yang bekerja selama 9 tahun, dengan menunjukkan kartu pengenal dari perusahaan yang palsu. Kemudian tersangka menjanjikan lowongan pekerjaan. Sambil menemui orang tua korban, Putra dengan memberikan syarat yang mudah, hanya mengirimkan foto separuh badan, foto KTP dan uang sebesar Rp 800 ribu,” ungkapnya.

Ia menambahkan, korban pertama adalah Rama warga Manyar yang menuruti permintaan tersangka. Selanjutnya, tersangka kembali meminta korban untuk mengajak anggota keluarganya dengan syarat tersebut.

Korban mengenalkan Askur Afandi alias Afan warga Socah, Bangkalan. Kemudian tersangka meminta syarat kepada Afan berupa foto separuh badan, foto KTP dan total uang yang diserahkan sebesar Rp 1,8 juta. Tersangka kembali meminta uang sebesar Rp 400 ribu dan Rp 300 ribu untuk alasan membeli seragam.

Korban berikutnya adalah bernama Alfi Syahrin alias Alfin selanjutnya dimintai uang Rp 1,7 juta dan foto separuh badan, foto KTP. “Lagi-lagi tersangka kembali meminta uang sebesar Rp 600 ribu supaya lamaran lebih cepat dipanggil. Tidak hanya itu, tersangka juga berjanji pada tanggal 22, ketiga korban sudah dipanggil kerja. Hari berganti hari, ketiganya tidak mendapat panggilan apapun dari perusahaan. Malah semua korban mengalami kerugian sebesar Rp 5,8 juta lalu melapor ke Polsek Manyar,” imbuhnya.

Terkait dengan kasus ini kata Bima Sakti, dirimya menghimbau kepada warga Manyar yang pernah mendapat modus yang sama dan kemiripan dengan pelaku yang diamankan silahkan lapor ke Polsek Manyar. “Kami menghimbau kepada Manyar tetap berhati-hati di masa pandemi aksi seperti ini cukup meresahkan. Cek kembali keabsahan, legalitas terkait lamaran kerja dan sejenisnya,” ungkapnya.

Sementara tersangka Putra mengaku melakukan penipuan ini buat membayar hutang dan kebutuhan sehari-hari. “Uang hasil menipu untuk membayar hutang. Saya kapok tidak mengulangi perbuatan ini lagi,” katanya.

Atas perbuatan tersangka juga dijerat dengan pasal 378, Jo 379a dan atau 65 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara lima tahun. [dny/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar