Hukum & Kriminal

Tipu Pembelian Pasir, Korban Minta Oknum Perangkat Desa di Kediri Ditahan

Kediri (beritajatim.com) – Korban penipuan dan penggelapan uang pembelian pasir untuk pembangunan pendidikan agama di Kabupaten Kediri meminta pelaku Hendro Dwi Cahyono (HDC) diamankan. Korban berharap kepolisian melakukan penahanan terhadap oknum perangkat Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri itu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Mohamad Karim Amrulloh, S.H, selaku kuasa hukum korban, Kristanto, warga Desa Pelemahan, Kabupaten Kediri. “Kewenangan penahanan memang ada di pihak kepolisian. Karena sesuai dengan SPDP kepolisian sudah memenuhi unsur untuk ditetapkan tersangka, kita ingin kasus ini diselesaikan secara hukum,” ujarnya usai mendampingi korban memberikan tambahan keterangan di Polres Kediri, Kamis (9/7/2020).

Mohamad Karim menegaskan jika kasus ini merupakan murni pidana. Sehingga kasus ini harus diselesaikan secara hukum. Pasalnya, sejak proses transaksi dilakukan antara kliennya dengan tersangka, sama sekali tidak ada itikad baik dari tersangka.

“Yang jelas sejak pertama proses transaksi sampai saat ini barang yang dibeli itu tidak pernah ada. Padahal dalam kuitansi jelas menyebutkan seminggu setelah pembayaran, barang akan dikirim dua truk tiap minggu. Tetapi disini tidak pernah ada,” jelasnya.

Baca Juga:

    Terpisah, Kasat Reskrim, Polres Kediri AKP Gilang Akbar menuturkan, pihaknya belum mendapat kabar dari anggotanya jika tersangka tidak datang memenuhi panggilan polisi. “Kita belum dapat laporan dari anggota. Jika pagi ini tidak datang, kita masih beri kesempatan sampai 24 jam,” tandasnya melalui sambungan telepon genggamnya.

    Diberitakan sebelumnya, oknum perangkat Desa Pesing, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Hendro Dwi Cahyono akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Kediri. Dia dilaporkan oleh Kristanto, warga Desa Ngino, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri atas kasus penipuan dan penggelapan uang pembelian pasir.

    Kasus tersebut berawal Kristanto memesan pasir kepada Hendro. Rencananya material pasir tersebut hendak digunakan pembangunan tempat ibadah di Kecamatan Pelemahan, Kabupaten Kediri. Namun sampai saat ini pasir tersebut tak kunjung dikirim. [nm/kun]





    Apa Reaksi Anda?

    Komentar