Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tipu Konsumen, Polisi Ringkus Bos Pengembang Perumahan di Jombang

foto/ilustrasi

Jombang (beritajatim.com) – Polres Jombang membongkar kasus penipuan jual beli properti ‘Perumahan Hanief Islamic Residence’ yang berlokasi di Desa Pandanwangi, Kecamatan Diwek. Polisi menangkap Direktur Utama PT Hanief Property Indonesia inisial DAE (53) warga Desa Jabon, Jombang. Diduga ada puluhan korban yang tertipu bos pengembang perumahan ini.

Kasatreskrim Polres Jombang AKP Teguh Setiawan mengungkapkan, terkuaknya kasus ini berawal dari laporan
seorang perempuan berinisial NF (32), warga Perum Griya Kencana Mulya, Desa Candimulya, Kecamatan/Kabupaten Jombang. NF tertarik dengan promosi di media sosial tentang dijualnya rumah oleh PT Hanief Property Indonesia.

NF tertarik dengan penawaran developer yang mengklaim berbasis syariah. Lalu pada Oktober 2019, NF membeli dan membayar perumahan Hanief Islamic Residen kepada DAE total Rp 400 juta. Hanya saja, hingga Desember, NF belum mendapatkan surat ikatan jual beli (IJB). Bahkan, rumah yang dibeli NF tak kunjung berdiri.


Merasa ada yang janggal, NF berusaha menghubungi DAE, Namun upaya tersebut selalu bertepuk sebelah tangan. Bos pengembang perumahan itu selalu menghindar. NF hilang kesabaran. Dia kemudian melaporkan kasus itu ke Polda Jatim pada 9 Agustus 2020.

Karena lokasinya berada di Jombang, Polda Jatim melimpahkan penanganan laporan tersebut ke Polres setempat. Dari situlah penyelidikan dilakukan dan ditemukan adanya perbuatan pidana. “Kami mendapatkan informasi pelaku berada di rumah orang tuanya Desa Glagahan, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang. “DAE kami amankan pada 7 Januari 2022 sekitar jam 13.00 WIB,” kata Teguh, Jumat (11/2/2022).

Selain menangkap DAE, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, 1 bendel fotokopi kwitansi pembayaran, 1 bendel fotokopi foto serta 1 bendel fotokopi perjanjian kerja sama. Dalam pemeriksaan juga terungkap bahwa status tanah yang digunakan perumahan masih atas nama pemilik tanah atau belum balik nama ke PT. Hanief Property Indonesia. Itu Karena pembayaran lahan kepada pemilik belum lunas.

Teguh juga mengatakan bahwa korban penipuan jual beli properti tersebut bukan hanya NF. Namun terdapat 46 orang. Mereka sudah melakukan pembayaran kepada PT Hanief Property Indonesia. Jumlah uang yang dibayarkan bervariasi. “Tapi mereka tidak mendapatkan rumah tersebut,” ujarnya.

Atas perbuatannya, DAE dijerat pasal 154 Undang-undang nomor 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kasawan Pemukiman. Ancamanya, hukuman penjara paling lama 5 tahun. Pelaku juga diduga melanggar pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan. [suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Shin Tae Yong Puji Rumput Lapangan Thor Surabaya

Menjajal Mobil Listrik Wuling Air ev