Hukum & Kriminal

Tingkat Penyelesaian Hukum di Bojonegoro Meningkat

Bojonegoro (beritajatim.com) – Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, tindak pidana yang terjadi di wilayahnya selama 2019 secara keseluruhan mengalami penurunan, jika dibanding 2018. Sementara untuk penyelesaian kasus tindak pidana yang terjadi, mengalami peningkatan penyelesaian.

Menurutnya, selama 2019 jumlah tindak kriminal yang terjadi atau crime total (CT) sejumlah 428 kasus, menurun 20 persen jika dibanding kasus 2018, sejumlah 538 kasus. Sementara untuk prosentase tingkat penyelesaian tindak pidana atau crime clearance (CC) pada 2019 mencapai 71 persen, mengalami peningkatan sebesar 15 persen, dibanding penyelesaian tindak pidana 2018, yang mencapai 64 persen.

“Dengan adanya penurunan kasus dan penyelesaian kasus yang ditangani oleh penyidik mengindikasikan bahwa secara keseluruhan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Bojonegoro kondusif,” kata Kapolres, Senin (30/12/2019).

Sedangkan untuk crime index, yaitu kejahatan serius atau yang sering terjadi dan menimbulkan keresahan di masyarakat, pada 2019 sejumlah 309 kasus, juga mengalami penurunan sebesar 20 persen, jika dibanding kasus 2018 sejumlah 385 kasus.

Tindak Pidana Khusus antara lain prostitusi, ITE pornografi, uang palsu, perlindungan konsumen, jaminan fidusia, perbankan, miras, ilegal loging, penambangan tanpa ijin, BBM ilegal.

Sementara kasus lain yang mengalami kenaikan yakni kasus tindak pidana korupsi, pada 2019 sejumlah 4 kasus, pada tahun 2018 sejumlah 2 kasus. Kasus ini mengalami kenaikan prosentase 100 persen. Dan kasus peredaran narkoba pada 2019 sejumlah 49 kasus, untuk 2018 sejumlah 36 kasus.

“Secara keseluruhan kasus tindak pidana kejahatan jalanan yang terjadi di Bojonegoro tahun 2019 ini menurun dibanding 2018. Sementara penyelesaian kasusnya mengalami peningkatan,” ucap Kapolres.

Dalam pelaksanaan Analisa dan Evaliasi (Anev) keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) Polres Bojonegoro di Pendopo Malowopati Pemkab Bojonegoro itu, Kapolres mengatakan bahwa keberhasilan menekan angka kriminalitas itu berkat kerja keras dari anggota di lapangan baik giat kepolisian preemtive yang diemban oleh Binmas dengan giat sambang, pembinaan masyarakat maupun deteksi dini dan penggalangan yang diemban oleh fungsi intelkam.

Serta kegiatan kepolisian bentuk preventive yang diemban oleh fungsi sabhara dan lalu lintas berupa patroli dan kegiatan razia maupun operasi kepolisin serta giat kepolisian represif yang diemban oleh fungsi satreskrim berupa penegakan hukum.

“Disamping itu tentu saja dukungan dan kerjasama seluruh komponen masyarakat serta efektifnya sinergi tiga pilar kamtibmas plus baik TNI, Polri, Pemda serta toga, tomas maupun toda,” pungkasnya.

Selain Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, refleksi akhir tahun 2019 itu juga dihadiri Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto, para PJU Polres Bojonegoro, SKPD Bojonegoro dan para awak media. [lus/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar