Hukum & Kriminal

Tindak Lanjuti Laporan IDI, Polisi Konsultasi Ahli Pidana dan Ahli Bahasa

Sumenep (beritajatim.com) – Aparat Polres Sumenep mengaku telah menerima laporan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) setempat tentang akun Facebook (FB) yang dinilai telah melakukan pencemaran nama baik dan melecehkan profesi dokter.

“Kami tentu saja akan menindaklanjuti laporan IDI tentang postingan atau komentar-komentar di FB yang dianggap melecehkan dokter,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Dhany Rahardian.

IDI Sumenep melaporkan lima akun FB yang dianggap mencemarkan nama baik dokter. Lima akun berbeda itu postingannya pun berbeda-beda, tetapi semuanya mengandung kalimat tidak pantas.

Postingan yang dipersoalkan tersebut mengomentari penanganan Covid-19 di Sumenep. Dalam kalimat yang ditulis, ada kata-kata yang menyebut organ intim perempuan dalam bahasa Madura, mengumpat agar terkena corona dan dokternya segera mati. Kemudian ada yang mengata-ngatai bodoh, dan ada juga yang menulis kalimat dengan arti perbuatan tidak senonoh.

“Kami akan ke Polda Jatim, konsultasi dengan ahli pidana. Selain itu, kami juga akan ke ahli bahasa, karena ini kan yang dipersoalkan kalimat di komentar FB itu,” terang Dhany.

Lima akun FB yang dilaporkan IDI tersebut tertuang dalam dua laporan polisi (LP) berdasarkan lokasi (kecamatan: red) yang dilaporkan. “Pelapor (Ketua IDI Sumenep: red) membawa bukti berupa ‘screenshot’ postingan yang dinilai telah melecehkan dokter itu. Kami akan tindak lanjuti dengan gelar perkara kasus itu,” ungkapnya. [tem/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar