Hukum & Kriminal

Timbun Sabu di Keramik, Bodong Dituntut 6 Tahun

Surabaya (beritajatim.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Nizar menuntut pidana penjara selama enam tahun pada Bodong, tuntutan tersebut diajukan lantaran terdakwa dianggap terbukti menyalahgunakan narkotika sebagaimana tertuang dalam pasal 114 ayat 1 UU Nomer 35 tahun 2009. “Menuntut pidana penjara selama enam tahun,” ujar Jaksa Nizar dalam tuntutannya, Kamis (4/6/2020).

Selain hukuman badan, Terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 1 miliar. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan maka diwajibkan membayar denda enam bulan.

Perlu diketahui, Bodong diadili lantaran melakukan perbuatan penyalahguna narkotoka jenis sabu. Terdakwa melakukan perbuatannya pada Kamis tanggat 14 Nopember 2019, sekira Jam 17.30 Wib.

Penangkapan terdakwa dilakukan berdasarkan pengembangan terhadap Triman (berkas tersendiri) yang tertangkap dan kedapatan membawa sabu sabu seberat 0,4 gram. Sabu tersebut dibeli dari terdakwa Bodong seharga Rp 700 rb.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dan menangkap Terdakwa Bodong di rumahnya yakni jalan Sememi Jaya Gang 5 Bi no 2 RT 002 RW 006 Ds. Sememi Kec. Benowo Kota Surabaya dan saat ditakukan penggetedahan ditemukan barang bukti berupa Satu bungkus ptastik bekas wafer MOMOGE Coktat yang berisi 12 (dua betas) kantong ktip ptastik berisi Sabu dengan rincian sebagai berikut Ktip 1 berat kotor 0,18 gram; Ktip 2 berat kotor 0,20 gram; Ktip 3 berat kotor 0,20 gram; Ktip 4 berat kotor 0,20 gram; Ktip 5 berat kotor 0,20 gram; Klip 6 berat kotor 0,18 gram; ktip 7 berat kotor 0,20 gram; Ktip 8 berat kotor 0,20 gram; Ktip 9 berat kotor 0,18 gram; Ktip 10 berat kotor 0,22 gram; Ktip 11 berat kotor 0,22 gram; Ktip 12 berat kotor 0,18 gram tersembunyi dibawah keramik di depan rumah terdakwa. [uci/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar