Hukum & Kriminal

Tim Labfor Polda Jatim Sita Kabel dan Fitting dari Lokasi Kebakaran Pasar Kesamben Blitar

Puing-puing Pasar Kesamben Blitar usai kebakaran pada Minggu malam, 27 November 2022 (Foto: Winanto/beritajatim.com)

Blitar (beritajatim.com) – Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Timur telah selesai melakukan olah TKP kebakaran Pasar Kesamben Kabupaten Blitar. Dalam olah TKP tersebut, Tim Labfor Polda Jatim menyita sejumlah barang bukti pemeriksaan dari Pasar Kesamben di antara adalah kabel listrik dan fitting lampu.

“Labfor Polda Jatim kemarin membawa sejumlah barang bukti mulai dari puing-puing bangunan, kabel listrik, hingga fitting lampu” kata Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Tika Pusvita, Selasa (29/11/2022).

Kabel listrik dan fitting lampu itu disita dari empat lapak di dalam pasar Kesamben Kabupaten Blitar. Empat lapak tersebut diduga merupakan titik awal terjadinya kebakaran.

Penentuan titik awal kebakaran itu berasal dari keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa oleh Satreskrim Polres Blitar. Para saksi tersebut memaparkan, api pertama kali muncul dari empat lapak di bagian tengah pasar.

“Kabel tersebut kita ambil dari empat lapak yang diduga menjadi awal kebakaran,” imbuhnya

Satreskrim Polres Blitar sudah memasang garis polisi di empat lapak tersebut. Para pedagang dan warga dilarang memasuki lokasi tersebut karena masih digunakan untuk proses penyelidikan.

“Police line juga masih tetap kita pasang di empat lapak tersebut, warga dilarang masuk ke situ karena kita masih melakukan penyelidikan” jelasnya.

Meski telah menyita kabel listrik dan fitting lampu, Polres Blitar belum bisa memastikan penyebab kebakaran Pasar Kesamben adalah korsleting listrik. Tika mengatakan pihaknya masih menunggu hasil uji labfor Polda Jatim yang diperkirakan keluar sepekan ke depan.

“Meski BB yang dibawa kabel listrik dan fitting lampu, namun bukan berarti penyebab kebakaran adalah korsleting listrik” pungkasnya.

Kebakaran Pasar Kesamben Kabupaten Blitar menyisakan duka yang mendalam bagi para pedagang. Mereka harus merelakan seluruh dagangannya ludes terbakar.

Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar. [owi/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar