Hukum & Kriminal

Tilep Bumbu Dapur Ratusan Juta, Kepala Gudang Dipenjara

Malang (beritajatim.com) – Satreskrim Polres Malang, menahan Kepala Gudang PT. Benteng Persada Multindo di Jalan Losawi, Karanglo, Singosari, Kabupaten Malang. Tersangka atasa nama Arif Setiawan (36), warga Perum City Side, Lowokdoro, Kota Malang ini dijebloskan dalam tahanan karena kasus penggelapan dalam jabatan. Arif diduga menggelapkan barang milik perusahaan di tempatnya bekerja senilai Rp 190 juta.

“Tersangka kami tahan setelah pemanggilan sebagai saksi. Begitu barang bukti mencukupi, langsung kami lakukan penahanan,” ungkap Kanit Idik III Satreskrim Polres Malang, Ipda Afrizal Akbar Haris, Kamis (10/1/2019) siang pada wartawan.

Diperoleh keterangan, tersangka bekerja di PT. Benteng Persada Multindo, sudah sejak lama. Oleh perusahaan yang bergerak penjualan bumbu masakan ini, tersangka dipercaya sebagai kepala gudang. Keluar masuknya barang di gudang, menjadi tanggungjawabnya. Namun kepercayaan dari perusahannya itu, oleh tersangka justru dimanfaatkan untuk berbuat tindak kriminalitas. Ia menggelapkan barang di dalam gudang. Perbuatannya dilakukan sejak tahun 2013 lalu sampai sekarang.

Modus operandi yang dilakukan tersangka, beber Afrizal, dengan mengeluarkan bumbu masakan dalam kemasan kardus. Kemudian barang tersebut dijual pada pedagang di Pasar Tradisional. Satu karton (kardus) dijual dengan harga Rp 780 ribu. “Ketika melakukan aksinya, tersangka bekerjasama dengan sales. Saat ini, kasusnya masih kami kembangkan,” ujar Afrizal.

Kardus kosong yang barangnya sudah dikeluarkan tersebut, kemudian diisi dengan lipatan kardus bekas. Kemudian dikemas lagi seperti semula, yang langsung ditumpuk dengan kardus lain berisi bumbu masakan.

Terungkapnya kasus penggelapan dalam jabatan ini, bermula dari pengaduan seorang konsumen ke perusahaan. Konsumen mengadu karena kardus yang dibeli tidak berisi bumbu masakan, melainkan lipatan kardus bekas. Dari situlah akhirnya perusahaan melakukan audit dan pengecekan. Alhasil, di dalam gudang juga ditemukan kardus yang sama. Lantaran merasa dirugikan, perusahaan lantas melaporkannya ke polisi.

“Berdasarkan laporan itulah, kami langsung menyelidiki. Begitu kami periksa tersangka mengakui perbuatannya. Dia kami jerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun kurungan penjara,” tegasnya.

Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka mengakui kalau aksinya dibantu oleh sales. Uang hasil penggelapan selama ini, diakui habis untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. “Uangnya saya pakai sendiri. Kalau sales, biasanya mereka saat butuh uang juga saya ambilkan barang di gudang,” kata bapak satu anak ini. (yog/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar