Hukum & Kriminal

Tiga Sekawan Kompak Edarkan Pil Dobel L, Satunya Positif Nyabu

Ponorogo (beritajatim.com) – Berawal dari laporan keresahan masyarakat tentang maraknya transaksi obat-obatan terlarang. Tim satres narkoba Polres Ponorogo melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Mustanshirulloh (26) disalah satu rumah kontrakan di Desa Gundik Kecamatan Slahung Ponorogo.

Karena diduga mengedarkan pil dobel L. Dalam penggeledahan di rumah kontrakan, polisi menemukan barang bukti, yakni bubuk sabu seberat 0.90 gram dan 10.000 butir pil dobel L.

”Menurut keterangan pelaku, untuk shabunya itu untuk dikonsumsi sendiri. Sedangkan pil dobel L akan diedarkan ke teman-temannya,” kata Kapolres Ponorogo AKBP. Radiant, Jumat (26/7/2019.

Penangkapan Mustanshirulloh ini merupakan pengembangan dari penangkapan sebelumnya. Pertama polisi berhasil menagkap Novian Wahyu Rudy Pratama (22). Di rumahnya jalan Cindewilis, Kelurahan Kertosari Kecamatan Babadan polisi mendapatkan barang bukti pil dobel L sebanyak 1260 butir.

Selain barang bukti pil dobel L, tim satres narkoba juga menyita handphone pelaku. Dilihat dari isi pesan, baru terjadi transaksi. Berbekal dari itu polisi juga berhasil mengamankan Heru Supriono (27). Dari tangan warga Desa Beton Kecamatan Siman ini, polisi menyita barang bukti pil dobel L sebanyak 16 butir.

”Jadi ketiga pelaku yang ditangkap ini bertemanan. Mereka mengedarkan pil haram tersebut sudah satu tahun,” katanya.

Radiant menyebut puluhan ribu pil dobel L tersebut tersedia dalam puluhan pack. Satu pack berisi 1000 butir yang alan dijual dengan harga Rp.1.200.000,-. Juga ada paket hemat dalam plastik klip, dijual dengan harga Rp.100.000,-.

”Apakah diedarkan ke temannya atau juga ke pelajar. Pengakuan mereka sih menyasar ke sesama teman,” katanya.

Polres Ponorogo, kata Radiant masih akan melakukan penyelidikan lebih dalam terkait transaksi barang terlarang ini. Karena bertindak sebagai pengedar, mereka mendapatkan ancaman Pasal 1896 nomor 36 tentang kesehatan. Sementara Mustanshirull ditambah pasal 112 UU RIĀ  nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukumanpenjara maksimal 12 tahun.

”Barang haram tersebut sesuai pengakuan para pelaku, didapat dari Malang,” pungkasnya.(end/ted)





Apa Reaksi Anda?

Komentar