Hukum & Kriminal

Tiga Kasus Perampokan di Surabaya Belum Terungkap

Dua lokasi perampokan di Surabaya yang belum tertangkap pelakunya, yakni di toko emas dan rumah warga belum lama. [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Sepekan pertama Maret 2020 tercatat ada dua kasus yang diduga tindak pidana perampokan di dua rumah Kota Surabaya. Pertama, perampokan di Jalan Ngagel Tama II No 17, Surabaya, Kamis (5/3/2020) siang bolong.

Sedangkan perampokan kedua terjadi tiga hari kemudian, yakni Minggu (8/3/2020) di kawasan Jalan Ngagel Tama Utara, Tegalsari. Padahal kasus perampokan di toko emas Subur Jalan Raya Wonokromo No 26, Sabtu (16/2/2020), belum tertangkap pelakunya.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran menjelaskan, kasus perampokan di toko emas sudah mendapat titik terang. Kepolisian memperoleh informasi tentang pelaku yang berjumlah dua orang.

“Untuk perampokan (toko emas) sudah kita kantongi identitasnya. Semua kasus masih dalam proses penyelidikan, kita akan ungkap,” jelasnya singkat sembari berlalu di acara deklarasi Pemilu Damai Jogo Suroboyo di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (10/3/2020).

Sementara saat beritajatim.com hendak menanyakan maraknya kasus perampokan di Kota Surabaya Kasat Reskrim sudah berlalu pergi. Padahal kasus perampokan di Surabaya terbaru di Jalan Ngagel Tama Utara belum terjelaskan secara rinci.

Sementara Kapolsek Tegalsari Kompol Rendy membenarkan adanya perampokan di wilayah hukumnya. Hanya karena sedang kegiatan pihaknya pun meminta beritajatim.com untuk mencari data ke Kanit Reskrim Polsek Tegalsari, Iptu Made Sutanaya.

“Benar ada perampokan Minggu lalu. Saya masih giat (kegiatan) silahkan hubungi Kanit saya,” jelasnya saat dihubungi melalui nomor telepon pribadinya.

Tak berbeda dengan Kapolsek Tegalsari, Kanit Reskrim Polsek Tegalsari tak menjawab rinci perampokan tersebut. Tercatat setidaknya ada empat kali wartawan menghubungi Kanit Reskrim hanya sekali tersambung dan itu pun dirinya mengaku sibuk. “Maaf saya sedang giat (kegiatan.red) di luar mapolsek, nanti saya kirim datanya (perampokan),” ujarnya.

Meski mengucapkan akan mengirimkan data perampokan namun dari pukul 13.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB Kanit Reskrim bekum juga memberikan data maupun menjawab telepon. Padahal jika dihitung secara hari, tiga kali dugaan kasus perampokan di Kota Surabaya terjadi tak kurang dari sebulan.

Perampokan di Kota Pahlawan ini tak hanya membuat korban mengalami kerugian secara materi, luka fisik dan trauma juga dirasakan para korban. [man/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar