Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dalam 30 Hari

Tiga Kasus Pencabulan Anak oleh Ayah Tiri Terjadi di Sidoarjo

foto/ilustrasi

Sidoarjo (beritajatim.com) – Seorang ayah tiri tega mencabuli anak dari istri sirinya yang masih berumur 10 tahun. Aksi bejat itu dilakukan di sebuah rumah kos daerah Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo.

Aksi tidak terpuji itu diketahui oleh MJ ibu kandung korban ketika mengetahui ada bercak darah di pakain sang anak saat hendak dicuci. “Saat mencuci baju tidur (babydoll) kok ada darah di bagian celananya, saya curiga dan langsung tanya ke anak saya,” ungkap MJ, Rabu (6/7/2022).

Dari keterangan korban, menurut MJ, perbuatan biadab suami sirinya sudah beberapa kali dilakukan terhadap sang anak yang masih dibawah umur itu. “Sudah lebih dari dua kali dilakukan,” ungkapnya sedih.

Berdasar pengakuan sang anak, MJ akhirnya melaporkan YM suami sirinya itu ke pihak kepolisian. Diketahui YM adalah warga asli Surabaya yang tinggal bersama MJ di sebuah rumah kos daerah Sidoarjo.

Sementara itu, Iptu Tri Novi Handono Kasi humas Polresta Sidoarjo saat dikonfirmasi membenarkan jika MJ selaku ibu kandung korban telah membuat laporan ke Polresta Sidoarjo. “Benar korban sudah melaporkan dan saat ini masih dalam penyidikan,” terang Iptu Novi.

Dalam dua pekan terakhir beberapa kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur bermunculan di Sidoarjo. Selain gadis berusia 10 tahun yang jadi korban ayah tirinya. Ada dua korban lain di dua kecamatan yang berbeda yang mengalami nasib yang sama. Tiga anak di bawah umur ini menjadi korban kebiadaban ayah tiri mereka.

Untuk perkara asusila kedua yakni korbannya Anggrek (16) terjadi di Buduran. Pelaku yang juga Ayah Tiri Anggrek, melakukan perbuatan asusila saat ibu korban yang berinisial FT sedang kerja malam. “Saat ibunya kerja malam, pelaku melakukan perbuatan itu,” ujar PET warga sekitar TKP.

Sementara untuk perkara ketiga dengan korban Melati (16) dengan TKP di Sukodono, pelakunya juga ayah tiri korban. Pelaku melakukan perbuatan itu saat ibu korban yang berinisial LA sedang kerja di luar rumah. Dan perkara tersebut juga sudah dilaporkan oleh Ibu korban ke Mapolresta Sidoarjo.

Ironisnya kejadian tersebut terjadi selang beberapa minggu dari di bulan Juni dan April kemarin. Beberapa kasus di atas seakan berbanding terbalik dengan predikat kabupaten layak anak yang disematkan pemerintah provinsi untuk Sidoarjo.

Pada 2019 dan 2021, Sidoarjo mampu mempertahankan predikat sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan kategori Nindya. Pada penilaian KLA tahun ini pun Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) menargetkan KLA naik kategori utama.

Padahal, merujuk pada data kepolisian, kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik pada anak serta KDRT yang terjadi di Sidoarjo pada tahun 2020 dan 2021 mengalami peningkatan drastis.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana saat dikunjungi Menteri Sosial Tri Rismaharini beberapa waktu lalu mengungkap, pada 2020, jumlah kasus kekerasan seksual dan kekerasan fisik pada anak sebanyak 44 kasus. Jumlah ini naik menjadi 83 kasus pada tahun 2021. [isa/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar