Hukum & Kriminal

Tiga Kades di Bojonegoro Terjerat Dugaan Korupsi Anggaran Dana Desa

Bojonegoro (beritajatim.com) – Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polisi Resort (Polres) Bojonegoro sedang menangani tiga kepala desa (Kades) di wilayah hukumnya yang diduga terjerat kasus korupsi pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) selama 2019.

Menyusul dua kades yang sebelumnya sudah ditahan, yakni Kepala Desa Pragelan Kecamatan Gondang, Totok Sudarminto dan Kepala Desa Sumberrejo Kecamatan Trucuk Syaikul Alim. Kini penyidik melakukan penyidikan terhadap Kades Glagahwangi Kecamatan Sugihwaras Haris Abu Riyanto.

“Penyidikan kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat Bojonegoro,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, Selasa (5/11/2019).

Hasil audit yang dilakukan Inspektorat Bojonegoro sebelumnya ditemukan indikasi kerugian negara pada keuangan desa tahun 2018 sekitar Rp 440 juta. Pihak Inspektorat sebelumnya sudah memberikan peringatan kepada Kades untuk segera mengembalikan, tetapi selama jangka waktu 60 hari tidak ditindaklanjuti.

“Setelah ditindaklanjuti ternyata cukup bukti untuk dilakukan penyidikan. Kemudian penyidik melakukan investigasi dan audit ulang ditemukan kerugian negara bertambah menjadi Rp 601,9 juta,” jelasnya.

Korupsi yang dilakukan tersebut merupakan anggaran dana desa yang seharusnya digunakan untuk kegiatan pembangunan desa. Tindakan Kades Glagahwangi yang menjabat pada 2015 tersebut diduga sudah dilakukan sejak 2017 lalu dengan cara gali lobang tutup lobang.

“Ini bukan soal tidak tahu secara aturan atau prosedur. Tapi ada unsur kesengajaan melawan hukum karena sudah diberi teguran tidak diindahkan,” tegas Kapolres.

Menurut Kapolres, dalam pengelolaan keuangan anggaran dana desa, potensi penyimpangan bisa terjadi mulai dalam tahap perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, maupun penatausahaan.

Tersangka mengaku dalam pengelolaan anggaran dana desa tersebut sebenarnya sudah ada pendamping desa yang memberi arahan jika berpotensi melanggar hukum. “Pendamping desa memberi saran tapi ini urusan timlak,” ujar Tersangka Haris saat di Mapolres Bojonegoro. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar