Hukum & Kriminal

Tiadakan Kunjungan, Rutan Kelas IIB Ponorogo Fasilitasi dengan Video Call

Warga binaan yang melakukan video call dengan keluarganya.(foto: Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Berbagai upaya dilakukan Rutan Kelas IIB Ponorogo untuk melindungi warga binaannya dari virus corona. Semetara ini pihak rutan meniadakan kegiatan kunjungan dari keluarga atau teman daru warga binaan. Namun, mereka menggantikan kunjungan tatap muka langsung itu dengan solusi video call.

“Kebijakan ini kami berlakukan mulai Selasa (24/3/2020) lalu. Ini demi kepentingan bersama supaya virus ini tidak menyebar ke rutan,” kata Kepala Subsie Pelayanan Tahanan Taufiqul, Kamis (26/3/2020) siang.

Untuk memfasilitasi video call itu, pihak rutan kata Taufiq menyiapkan 2 personal computer dan 2 tablet. Namun karena belum banyak warga binaan yang menggunakan fasilitas ini, untuk 2 tabletnya belum pernah digunakan. Untuk mengantisipasi banyaknya yang ingin vidio call, pihaknya memberikan nomor antrian. Dan setiap video call, dibatasi hanya bisa dilakukan 15 menit.

“Video call dimulai pukul 08.30 sampai 12.00 WIB. Setiap warga binaan diberi waktu 15 menit untuk vidio call dengan keluarganya,” katanya.

Fasilitas video call itu disepakati sebab, keluarga maupun teman dari warga binaan ini kebanyakan dari luar kota. Bahkan sebagian besar dari wilayah yang saat ini menjadi zona merah Covid-19. Selain meniadakan kunjungan tatap muka langsung, rutan kelas IIB Ponorogo juga mengadakan olahraga dan berjemur sekitar 15 menit tiap paginya bagi seluruh penghuni.

“Saat ini kami juga menolak tahanan dari luar kota yang dititipkan disini,” katanya.

Sekedar diketahui, seminggu sebelumnya Rutan kelas IIB Ponorogo, berdasarkan surat edaran dari Dirjen pemasyarakatan, untuk pelaksanaan kunjungan untuk sementara ini dibatasi.

“Pembatasan pengunjung ini sebagai bentuk antisipasi pencegahan penukaran virus Corona yang saat ini sudah menyerang Indonesia,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Ponorogo Arya Galung.

Jadi bagi keluarga, kerabat atau teman yang ingin mengunjungi, hanya dibatasi satu orang dalam sehari. Selain itu bagi pengunjung yang pada saat ini mengalami sakit batuk atau pilek, tidak diperbolehkan untuk berkunjung.

“Namun, kami memberi keleluasaan bagi pengunjung yang ingin menitipkan barang baik itu makanan maupun kebutuhan sehari-hari kepada napi,” katanya. [end/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar