Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Tetap Produktif Meski di Balik Jeruji Lapas Lowokwaru Malang

Kalapas Kelas I Malang, RB Danang Yudiawan.

Malang (beritajatim.com) – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Malang, Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur tetap produktif meski berada di balik jeruji. Mereka meluncurkan sejumlah produk unggulan seperti kopi, jahe instan dan kripik tempe.

“Walaupun dalam suasana pandemi, Lapas Kelas I Malang juga tetap memproduksi hasil karya WBP berupa Kopi murni, minuman herbal serbuk jahe dan tempe keripik serta tempe sagu. Para WBP tetap semangat untuk berubah ke arah,” kata Kalapas Kelas I Malang, RB Danang Yudiawan, Kamis (30/9/2021).

Produk-produk mereka diperkenalkan di Jagongan Jail Kafe yang dikelolah oleh warga Binaan di samping gedung Lapas Lowokwaru. Kafe ini sempat tutup dan kembali buka setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Malang turun ke level II.

Sementara itu, Kasi Bimbingan Kerja Lapas Kelas I Malang, Ady Santosa mengungkapkan produk kopi yang dihasilkan dikemas dalam bentuk sachet hingga kemasan besar. Harganya mulai Rp2 ribu hingga Rp150 ribu merknya L’SIMA diproduksi sejak 2020. Pasarnya, internal lapas dan warga luar lapas.

“Kami di Ngajum masih menanam kecil, tapi belum produksi. Kalau sekarang membeli dari petani untuk biji kopinya, tapi kita pilah sendiri, kita roasting sendiri hingga kami produksi dan packing sendiri. Kalau WBP yang terlibat ada sekitar 70 orang ya. Itu semua produk termasuk kopi ini. Paling ramai kopi ini, karena murni. Paling banyak pesanan sehari bisa sekitar 1 kwintalan,” papar Ady.

Selain membuka kembali Jagongan Jail Kafe dan memperkenalkan peluncuran produk. Mereka juga memperkenalkan Band Binaan Lapas Kelas I Malang, yakni CC LYAN Band. Uniknya seluruh personelnya adalah warga binana. Bahkan, dalam waktu dekat akan meluncurkan album.

“Karya mereka mengenai lirik temanya tidak jauh dari kehidupan mereka selama di Lapas Kelas I Malang. Mereka akan mengeluarkan album. Dari lirik, aransemen dan rekaman pun semua dilakukan oleh mereka sendiri. Jadi tunggu hasil karya mereka,” tandasnya. [luc/but]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar