Hukum & Kriminal

Tes Urine Syarat Pernikahan, BNNK Mojokerto Koordinasi Kemenag

foto: dokumen

Mojokerto (beritajatim.com) – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Mojokerto mengaku akan berkoordinasi dengan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kota Mojokerto terkait tes urine syarat bagi pasangan calon pengantin sebelum mengikat janji suci.

Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi mengatakan, pihaknya mengaku sudah ada petunjuk dari BNN Provinsi Jawa Timur, namun Kemenag yang menjadi leading sektor. “Ibaratnya BNNK menunggu Kemenag,” ungkapnya, Rabu (24/7/2019).

Masih kata Kepala BNNK, terkait teknis tes urine bagi pasangan calon penganti, BNNK Mojokerto mengaku siap. Meskipun tes urine bisa dilakukan di Kantor BNNK Mojokerto, namun alat untuk melakukan tes urine tersebut tidak bisa diberikan secara gratis sehingga diperlukan koordinasi.

“Tes urine memang gratis tapi alatnya, calon pengantin harus membeli sendiri di luar karena kita tidak ada pos anggaran untuk itu. Butuh koordinasi dengan Kemenag dan Pemda setempat terkait hal ini karena katanya sudah mulai bulan Agustus,” katanya.

Termasuk jika ditemukan pasangan calon penganti yang positif narkoba. Menurutnya, jika ditemukan ada yang positif narkoba, pernikahan tetap akan berlangsung. Namun calon penganti harus menjalani rehabilitasi usai melaksanakan pernikahan.

“Kalau ditemukan positif, pernikahan masih bisa berlangsung, tidak akan menganggu. Tapi setelah pernikahan, harus direhabilitasi. Kalau harus rawat inap, kita akan rujuk ke Surabaya atau Malang. Makanya kita akan bicarakan dulu dengan Kemenag terkait hal ini,” jelasnya.[tin/ted]

Apa Reaksi Anda?

Komentar